Megawati: Regulasi Konsesi Besar Jadi Pemicu Utama Bencana Ekologis di Sumatra
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menyatakan, maraknya regulasi yang terlalu memanjakan konsesi besar telah memicu bencana ekologis masif di Sumatra dan berbagai wilayah lain di Indonesia.
Megawati menyatakan hal itu dalam pidato politiknya pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP, Sabtu (10/1/2026).
Presiden ke-5 RI tersebut secara spesifik menghubungkan kerusakan lingkungan di wilayah hulu dengan rentetan bencana hidrometeorologi yang baru-baru ini melumpuhkan puluhan kabupaten dan kota di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menurut Megawati, banjir ekstrem dan longsor tersebut bukanlah peristiwa alam semata, melainkan dampak nyata dari perubahan fungsi lahan penyangga menjadi kawasan eksploitasi.
Baca Juga
Di Rakernas PDIP Mulai Siapkan Strategi Menangkan Pemilu 2029
"Undang-undang dan regulasi yang memberi karpet merah pada konsesi besar telah membuka jalan bagi deforestasi, perampasan tanah, dan penghancuran ekosistem," tegas dia.
Mega menambahkan, pembukaan hutan secara masif untuk tanaman monokultur telah menghilangkan kemampuan alam dalam menyerap air, yang akhirnya menghantam kehidupan rakyat kecil di hilir yang tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan keputusan.
Megawati menegaskan, PDI Perjuangan menolak model pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan namun mengabaikan keadilan ekologis.
Mega mengingatkan kembali pesan Presiden Soekarno pada 1946 tentang vitalnya keberadaan hutan bagi kehidupan bangsa. Praktik eksploitasi yang terjadi saat ini merupakan bentuk kemunduran bagi nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.
Baca Juga
Megawati Resmi Tandatangani Akta Pendirian Kantor Megawati Institute di HUT ke-53 PDIP
"Atas nama pembangunan, rakyat disingkirkan dan alam dikorbankan. Ini bukan pembangunan, melainkan pembangunan tanpa keadilan dan tanpa peradaban," tandas dia.
Kritik ini, kata Mega, sekaligus menjadi instruksi bagi seluruh kader PDI Perjuangan, terutama yang berada di eksekutif dan legislatif, agar berani menyuarakan kebenaran ekologis dan melawan kebijakan yang merusak bumi.
Megawati juga menekankan bahwa legitimasi sebuah partai politik tidak diukur dari jumlah kursi kekuasaan, melainkan dari keberpihakannya yang nyata terhadap rakyat dan kelestarian alam.
Rakernas PDIP mengusung tema Satyam Eva Jayate dengan subtema Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya. Rakernas berlangsung pada 10–12 Januari 2026.

