PU Pastikan Akses Jalan di Sumatra Utara Berangsur Fungsional Pascabencana
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan sebagian besar akses jalan dan jembatan terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra Utara November lalu telah kembali fungsional hingga Selasa malam (6/1/2026).
“Tercatat hingga 6 Januari 2026 pukul 20.00 WIB, seluruh 263 titik longsoran tebing telah ditangani, 14 titik jalan putus sudah fungsional, seluruh 65 titik jalan amblas tertangani, 7 titik jembatan putus/rusak telah difungsikan kembali, serta 28 titik genangan banjir telah surut,” kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya, dikutip Kamis (8/1/2025).
Meski demikian, Dody menyebutkan masih terdapat satu segmen jalan yang terputus, yakni Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang akibat longsoran lereng dan tebing di lima lokasi dengan kondisi tanah yang belum stabil.
Untuk segmen tersebut, kata dia, penanganan darurat belum memungkinkan dilakukan dan direncanakan penanganan permanen melalui pengalihan trase jalan. “Akses Tarutung–Sibolga tetap dapat dilalui melalui jalur Tarutung–Rampa–Poriaha dengan pembatasan untuk kendaraan kecil,” jelas Dody.
Sementara itu, koridor Tarutung–Sipirok sepanjang 68 km telah kembali terhubung sepenuhnya, meskipun masih dilakukan penyempurnaan jalan sementara atau detour.
Baca Juga
Kelistrikan Aceh Berangsur Pulih, Jalur Kedua Transmisi Arun-Bireuen Mulai Beroperasi
“Koridor Batangtoru–Singkuang juga telah terhubung dan dapat dilalui kendaraan ringan, namun masih memerlukan penimbunan, perbaikan, dan pemadatan agregat akibat kondisi cuaca,” imbuh Dody.
Pada koridor Sibolga–Batangtoru, lanjut dia, Kementerian PU telah menyelesaikan pemasangan jembatan bailey bentang 33 meter di Jembatan Aek Garoga 2 dan jembatan bailey bentang 44 meter di Sungai Garoga 3. Kedua jembatan tersebut telah difungsikan dan dapat dilalui.
“Ruas terdampak paling banyak berada pada ruas Batas Kota Tarutung–Batas Kabupaten Tapanuli Tengah–Sibolga dengan 176 titik, serta ruas Tarutung–Sipirok dengan 55 titik. Dari 23 lokasi jalan putus, 17 titik telah difungsikan kembali, sementara satu titik pada Jembatan Aek Puli B tidak ditangani karena telah tersedia jembatan duplikasi,” terang Dody.
Baca Juga
Penanganan Bencana Sumatra, Kementerian PU Kerahkan 1.709 Alat Berat
Untuk mendukung percepatan penanganan, Kementerian PU telah menerjunkan 137 unit alat berat yang terdiri dari berbagai jenis alat konstruksi.
Ihwal itu, Dody menegaskan, Kementerian PU akan mempercepat penanganan guna memulihkan akses logistik dan mobilitas masyarakat dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.
“Kementerian PU bergerak cepat agar akses logistik dan mobilitas warga segera pulih. Keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama, sehingga setiap penanganan dilakukan dengan memperhatikan kondisi lapangan dan stabilitas lereng,” pungkas Dody.

