BNPB: Seluruh Akses Jalan Nasional di Aceh Fungsional 100%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan seluruh akses jalan dan jembatan nasional di Provinsi Aceh telah pulih 100% dan dapat difungsikan per Kamis (1/1/2026).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, pemulihan tersebut sesuai dengan target Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang ditetapkan pada 30 Desember 2025.
“Ada satu hal yang ingin kami sampaikan, bahwa sebelumnya kita menginformasikan target dari Kementerian PU untuk jalan dan jembatan seluruh akses nasional di Aceh itu pulih di tanggal 30 Desember. Alhamdulillah, semua target itu tercapai,” kata Abdul Muhari, dipantau melalui kanal youtube BNPB, Kamis (1/1/2026).
Ia turut menjelaskan, seluruh jalur utama kini telah terhubung, termasuk akses Banda Aceh–Medan melalui jalur timur, Banda Aceh–Nagan Raya melalui jalur barat, serta penghubung Nagan Raya–Takengon. Selain itu, jalur Lhokseumawe–Takengon via jalan KKA, Bireuen–Bener Meriah, serta Pidie–Takengon juga sudah dapat dilalui.
Baca Juga
BNPB: Korban Meninggal Dunia Bencana Sumatra Bertambah Jadi 1.157 Orang
“Memang masih ada beberapa titik jembatan yang dalam proses perbaikan, tetapi tersedia jalur alternatif sehingga secara fungsional sudah bisa dilewati,” jelas Abdul.
BNPB juga mencatat, dari total 16 jembatan yang sempat putus akibat bencana, sebanyak 12 jembatan telah diperbaiki. Sementara empat jembatan lainnya masih menggunakan jalur alternatif, namun tetap berfungsi penuh.
Sementara itu, dari 361 titik longsoran yang terjadi, sebanyak 360 titik telah diperbaiki. Adapun longsoran tebing, longsoran sebagian badan jalan, hingga badan jalan yang sempat terputus juga telah ditangani.
“Untuk jumlah ruas jalan terdampak itu semua sudah dikerjakan. Secara fungsional sudah 100%,” tutur Abdul.
Dengan pulihnya jalur lintas timur, lintas tengah, lintas barat, serta penghubung antarlintas, BNPB berharap proses pemulihan sektor energi/BBM, kelistrikan, dan komunikasi di wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah dapat dipercepat.
“Prioritas kita berikutnya adalah pemulihan sektor energi yang kita harapkan bisa selesai di pertengahan Januari (2026) ini,” pungkas Abdul Muhari.

