MLH PP Muhammadiyah: Ekologi Jadi Jalan Hidup yang Melekat dalam Keluarga
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah sekaligus Koordinator Green Faith Indonesia Hening Parlan menegaskan bahwa isu lingkungan hidup atau ekologi bukanlah hal yang terpisah dari kehidupan manusia, melainkan bagian utuh yang melekat dalam unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Hening menyebut bahwa ekologi adalah sebuah jalan hidup (way of life).
"Dari kita bangun tidur kita menghirup oksigen, dari kita bangun tidur sebentar kita minum pakai air, kita kemudian makan dari sumber daya alam, kita melakukan jalan menggunakan bensin, solar itu dari sumber daya alam. Tidak ada satupun di antara hidup kita di dalam living of life kita yang tidak menggunakan atau berhubungan dengan ekologi atau lingkungan," kata Hening dalam Seminar Natal Nasional 2025 di Sekolah Tinggi Filsafat Theologi, Jakarta, Sabtu (3/1/2026).
Karena itu dirinya menilai pandangan yang memisahkan antara manusia dengan lingkungan sama sekali tidak dibenarkan. Dalam perspektif Islam, Hening menjelaskan bahwa konsep keluarga yang harmonis (Mawaddah wa Rahmah) tidak hanya terbatas pada cinta kasih antarmanusia, tetapi juga mencakup kasih sayang terhadap seluruh makhluk ciptaan Tuhan.
"Kalau kita mau bicara tentang manusia maka dia manusia yang utuh yang di dalamnya adalah ada ekologi yang melekat di dirinya," tuturnya.
Baca Juga
Kementerian Lingkungan Hidup Beberkan Dosa Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat
Ia menekankan bahwa hubungan baik dengan alam adalah representasi dari hubungan baik manusia dengan Tuhan (Habluminallah). Sementara orang yang mengaku beriman tetapi tangannya masih merusak bumi adalah sebuah kebohongan.
"Keimanan seseorang terefleksi dari kecintaannya terhadap lingkungan. Jika dia merusak lingkungan, dia tidak sungguh-sungguh beriman," tegasnya.
Baca Juga
Sampah Disulap Jadi Sofa! Intip Terobosan PGE di Hari Lingkungan Hidup
Hening juga menyoroti penggunaan istilah "Ibu Bumi" sebagai simbol keterkaitan antara perempuan, keluarga, dan kelestarian alam. Menurutnya, bumi memiliki sifat seperti perempuan yang melahirkan dan menyusui kehidupan bagi generasi mendatang.
"Kehidupannya bumi dia adalah mempunyai alur yang dia melahirkan generasi. Jadi ketika si bumi ini dirusak yang terjadi adalah kerusakan generasi masa depan. Jadi kalau kita mau menghubungkan di mana hubungan keluarga dengan lingkungan atau ekologi itu dia melekat dia embedded di dalam setiap keluarga," kata dia.
