Tambang Surplus, Tim Prabowo-Gibran: Perlu Reinvestasi ke Ekologi dan SDM
JAKARTA, investortrust.id - Anggota Dewan Pakar Prabowo-Gibran, Drajad Wibowo menyebut perlunya reinvestasi surplus perdagangan hasil tambang ke sumber daya manusia (SDM). Mekanisme investasi ke SDM ini berbeda dari pengelolaan hutan dan laut lestari.
“Jadi surplus itu, misalnya bauksit atau yang lain, nanti nilai tambah bertambah tinggi. Nah, dari situ surplusnya harus direinvestasikan ke dua bidang, pertama kembali ke sektor ekologi dan masyarakat terutama human resource,” kata Drajad, saat diskusi Industri Pertambangan vs Nasib Ekonomi Hijau Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Jakarta, Rabu (26/6/2024).
Baca Juga
PBNU Siap Kelola Tambang Batu Bara secara Halal dan Sesuai GCG
Meski begitu, Drajad menyadari belum terdapatnya mekanisme reinvestasi ke dua sektor itu. Tetapi, dia berharap di pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, mekanisme itu dapat terlaksana.
“Mudahan-mudahan di pemerintahan Prabowo-Gibran akan bisa dibangun mekanisme reinvestasinya,” ujar dia.
Sebagai gambaran, kata Drajad, prioritas reinvestasi ke sektor SDM untuk menunjang kemampuan masyarakat. Tidak hanya di bidang pertanian, industri kecil, dan UMKM.
"Anak-anaknya harus diberi pendidikan yang bagus, melalui mekanisme beasiswa supaya nanti terjadi mobilitas sosial ke atas,” kata dia.
Sebab, menurut Drajad, pendidikan itu merupakan mekanisme terbaik bagi suatu negara untuk membangun kemajuan. Selain itu, dia menyebut, pendidikan juga dapat menaikkan posisi kelas anak-anak dari keluarga miskin.
Baca Juga
Greenpeace: Indonesia di Simpang Jalan Ilusi Pertumbuhan Ekonomi dan Dampak Industri Tambang
“Dan Indonesia harus menyadari, sumber daya alam kita walaupun disebut kaya tapi nggak lama akan habis. Karena itu akan habis kita harus menyiapkan diri dari sekarang untuk mengandalkan, dari sumber daya alam ke sumber daya manusia. Kita harus belajar dari apa yang dilakukan Singapura dan Korea Selatan,” kata dia.

