Tarif Tol Sedyatmo Menuju Bandara Soetta Bakal Naik Senin Depan, Cek!
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) akan memberlakukan penyesuaian tarif Jalan Tol Sedyatmo menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) mulai Senin (5/1/2026) pukul 00.00 WIB.
Kebijakan tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum (PU) No. 1325/KPTS/M/2025 tertanggal 25 November 2025 tentang penetapan golongan jenis kendaraan bermotor dan penyesuaian tarif tol pada Ruas Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo.
Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Widiyatmiko Nursejati menyatakan, penyesuaian tarif dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Baca Juga
Tarif Tol Sedyatmo ke Bandara Soekarno-Hatta Bakal Naik, Ini Perincian Terbarunya
“Penyesuaian tarif tol ini merupakan amanat regulasi yang dilakukan secara berkala berdasarkan laju inflasi serta untuk menjaga kualitas layanan jalan tol kepada pengguna,” kata Widiyatmiko dalam keterangan resmi, Jumat (2/1/2026).
Berdasarkan keputusan Menteri PU tersebut, besaran tarif Jalan Tol Sedyatmo setelah penyesuaian menjadi:
• Golongan I tetap di Rp 8.500
• Golongan II & III menjadi Rp 11.500 dari semula Rp 11.000
• Golongan IV & V menjadi Rp 12.500 dari semula Rp 12.000
Baca Juga
Widiyatmiko turut menjelaskan, penyesuaian tarif tol diatur dalam Pasal 48 ayat (3) Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan serta Pasal 68 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol sebagaimana telah diubah terakhir dengan PP Nomor 17 Tahun 2021. Dalam aturan tersebut, kata dia, evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun.
Jalan Tol Sedyatmo merupakan akses utama menuju Bandara Soekarno–Hatta dan terhubung dengan sejumlah ruas tol utama, antara lain Cawang–Tomang–Pluit, Cawang–Tanjung Priok–Pluit, JORR W1, serta Cengkareng–Batuceper–Kunciran (JORR II).
“Sepanjang Januari–Desember 2025, volume lalu lintas di ruas ini tercatat mencapai 79.635.889 kendaraan,” papar Widiyatmiko.
Dalam aspek layanan transaksi, JMT mengoperasikan 8 gerbang tol dengan total 63 gardu, yang terdiri atas 26 Gardu Tol Otomatis (GTO) Single dan 37 GTO Multi.
“Selain itu, kami juga menambah Oblique Approach Booth (OAB) dan menyediakan 10 unit mobile reader, serta mengembangkan sistem Single Lane Free Flow (SLFF) dan integrasi transaksi antarruas tol,” tutup Widiyatmiko.

