Hujan Deras, Tol Sedyatmo Arah Bandara Soekarno-Hatta Tergenang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Jalan Tol Sedyatmo arah Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) tergenang air imbas hujan deras yang turun sejak Senin (12/1/2026) pagi. Genangan terlihat di lajur kiri sehingga arus kendaraan menuju bandara hanya dapat melintas melalui lajur kanan dengan kecepatan terbatas.
Berdasarkan informasi dari akun X Polda Metro Jaya (@TMCPoldaMetro), pada pukul 09.40 WIB genangan air dengan ketinggian sekitar 15 sentimeter (cm) menutupi ruas Tol Sedyatmo di sekitar off ramp Rawabokor.
“Arus lalu lintas arah Bandara Soekarno-Hatta terpantau ramai cenderung padat akibat kondisi tersebut. Pengendara diimbau untuk berhati-hati saat melintas,” tulis @TMCPoldaMetro, dikutip Senin (12/1/2026).
Kepadatan lalu lintas juga dilaporkan oleh pengguna media sosial. Akun X @iklanraja menyampaikan adanya antrean kendaraan di jalur keluar Bandara Soekarno-Hatta menuju Tol Sedyatmo dan Tol Dalam Kota. “Kendaraan keluar Bandara Soetta tol arah Soedyatmo dan tol dalam kota padat dan macet,” tulis akun tersebut.
Laporan serupa disampaikan akun X @roscoe_x1 yang menyebutkan kemacetan terjadi di Gerbang Tol Tanah Tinggi arah bandara hingga kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). “Gerbang tol Tanah Tinggi arah Bandara, PIK macet. Dari KH Hasyim Ashari setengah jam,” tulisnya.
Sekadar informasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta melaporkan adanya penambahan titik banjir yang semula enam RT dan empat ruas jalan terdampak menjadi 10 RT dan 23 ruas jalan yang tergenang pada Senin (12/1/2026) pagi.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 10 RT dan 23 ruas jalan tergenang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).
Menurut Isnawa, genangan terjadi akibat curah hujan tinggi serta luapan Kali Krukut di sejumlah wilayah.
Baca Juga
Luapan Kali Krukut Picu Banjir di Cilandak Timur, Tiga RT Terendam
Di Jakarta Selatan, lanjut dia, genangan terjadi di delapan RT yang tersebar di empat kelurahan. Sementara itu, di Kelurahan Cilandak Barat, genangan setinggi 40 sentimeter (cm) disebabkan curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut.
Di Kelurahan Cipete Utara, genangan setinggi 70 cm juga dipicu curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut. Lebih lanjut, di Kelurahan Duren Tiga, genangan setinggi 40 cm disebabkan curah hujan tinggi.
Adapun di Kelurahan Cilandak Timur, genangan mencapai 95 cm akibat curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut. “Seluruh wilayah terdampak masih dalam penanganan,” imbuh Isnawa.
Lebih jauh, di wilayah Jakarta Utara, genangan terjadi di dua RT di Kelurahan Tanjung Priok dengan ketinggian air sekitar 20 cm akibat curah hujan tinggi.
Selain permukiman warga, kata Isnawa, genangan juga merendam 23 ruas jalan yang tersebar di Jakarta Utara dan Jakarta Selatan, antara lain Jalan Anggrek di Kelurahan Rawa Badak Utara, Jalan Walang Baru VII A di Kelurahan Tugu Utara, Jalan Pegangsaan Dua di sejumlah titik, Jalan Jampea RW 007 di Koja, Jalan Muara Baru di Penjaringan, hingga Jalan Raya Jagakarsa dan Jalan Balai Rakyat di Kelurahan Jagakarsa.
Isnawa menjelaskan, pihaknya telah mengerahkan personel untuk memantau kondisi genangan dan mengoordinasikan penanganan bersama Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jakarta, Dinas Bina Marga Provinsi Jakarta, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan.
“Petugas melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama lurah dan camat setempat, serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas,” terang Isnawa.
BPBD Jakarta menargetkan genangan dapat surut dalam waktu cepat. "Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi genangan dan segera menghubungi nomor darurat 112 dalam kondisi darurat. Layanan tersebut beroperasi selama 24 jam," pungkas Isnawa.

