Zulhas, Cak Imin, dan Dasco Bahas Agenda Politik di Rumah Bahlil
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah elite politik berkumpul di kediaman Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, Senin (29/12/2025). Elite politik yang hadir,yakni Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, dan Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Selain bersilaturahmi, keempat tokoh politik itu berdiskusi mengenai agenda politik ke depan.
Politikus Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua Umum AMPI Arief Rosyid Hasan mengungkapkan, pertemuan Bahlil dengan Zulhas, Cak Imin, dan Dasco itu berlangsung pada Minggu (28/12/2025).
"(Pertemuan, red.) silaturahmi dan diskusi untuk memperkuat koalisi dan membahas beberapa agenda politik ke depan," kata Arief Rosyid dikutip dari Antara, Senin (29/12/2025).
Baca Juga
Prabowo Puji Bahlil di HUT Golkar: Orangnya Sangat Cerdas dan Turun ke Lapangan
Meski demikian, Arief tidak dapat mengungkap agenda politik ke depan yang dibahas dalam pertemuan antara keempat petinggi partai politik tersebut.
Dalam foto yang dibagikan oleh Arief, Zulhas duduk di sebelah Bahlil, dan tepat di depan Dasco. Sementara itu, Cak Imin duduk di sebelah Dasco, dan tepat berada di depan Bahlil.
Golkar, PAN, PKB, dan Gerindra saat ini tergabung dalam koalisi partai pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang juga ketua umum DPP Partai Gerindra. Selain empat partai itu, koalisi pemerintah juga dihuni Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang, Partai Gelora Indonesia, PSI, Partai Garuda, Prima, dan Partai Aceh.
Sejauh ini, salah satu agenda politik yang tengah menjadi sorotan, yaitu wacana kepala daerah dipilih oleh DPRD.
Terkait itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Sugiono menyatakan Partai Gerindra mendukung usulan kepala daerah setingkat gubernur sampai dengan bupati/wali kota dipilih DPRD.
“Gerindra ada dalam posisi mendukung upaya ataupun rencana untuk melaksanakan pemilukada ini oleh DPRD di tingkat bupati, wali kota ataupun di tingkat gubernur,” kata Sugiono.
Baca Juga
Sugiono menilai pemilihan kepala daerah melalui DPRD lebih efisien daripada pemilihan secara langsung yang diterapkan sejak 2005 sampai 2024. Menurut Sugiono, proses yang lebih efisien itu dapat dilihat dari tahapan penjaringan kandidat, mekanisme anggaran, sampai dengan ongkos politik.
Sugiono memaparkan, pada 2015, dana hibah dari APBD untuk pemilihan kepala daerah mencapai hampir Rp 7 triliun. Besaran hibah terus mengalami kenaikan hingga pada 2024 mencapai lebih dari Rp 37 triliun.
"Itu merupakan jumlah yang bisa digunakan untuk hal-hal lain yang sifatnya lebih produktif, upaya-upaya peningkatan kesejahteraan dan ekonomi rakyat. Saya kira ini adalah sesuatu yang perlu kita pertimbangkan," kata Sugiono.

