Istana Minta Percepat Penanganan Kapal Tenggelam di Labuan Bajo
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah telah meminta instansi terkait untuk mempercepat penanganan kecelakaan kapal pinisi wisata KM Putri Sakina yang tenggelam di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal tersebut disampaikan Pras, sapaan Prasetyo Hadi dalam konferensi pers penanganan bencana Sumatra di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Pras menyatakan, pemerintah terus memonitor perkembangan penanganan bencana di daerah lainnya, termasuk kapal tenggelam di Labuan Bajo. Pemerintah meminta TNI, Polri, Kemenhub, dan instansi terkait lainnya untuk bekerja keras menangani kecelakaan tersebut.
"Kita memonitor adanya kejadian kecelakaan di Labuan Bajo dan kami juga minta kepada seluruh jajaran TNI, Polri, Kemenhub untuk bekerja keras secepat mungkin melakukan penanganan-penanganan," katanya.
Baca Juga
Valencia Berduka, Pelatih Tim Putri Fernando Martin Meninggal Kecelakaan di Labuhan Bajo
Apalagi, kata Pras, masih terdapat korban kecelakaan kapal tersebut yang belum ditemukan.
"Karena informasi terakhir, korban masih belum ditemukan," ucapnya.
Tak hanya di Labuan Bajo, pemerintah juga memonitor bencana banjir yang melanda empat kabupaten/ kota di Kalimantan Selatan (Kalsel). Bencana tersebut melanda sejumlah desa di Kabupaten Balangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dan Kota Banjarbaru. Pemerintah meminta BNPB memonitor dan menyampaikan jika diperlukan penanganan darurat.
"Kami sudah minta kepada BNPB untuk juga melakukan monitoring dan tentu saja kalau memerlukan penanganan-penanganan darurat khusus juga ditangani secepat-cepatnya," katanya.
Diberitakan, kapal pinisi wisata KM Putri Sakina tenggelam di perairan Selat Padar. Kapal itu diduga terkena gelombang setinggi dua meter yang mengakibatkan mesin mati.
Baca Juga
KM Putri Sakinah Tenggelam di Labuan Bajo, 4 dari 11 Korban Masih Dicari
Hingga saat ini, masih terdapat empat wisatawan asal Spanyol yang belum ditemukan. Keempat korban itu, yakni pelatih sepak bola wanita Valencia CF Fernando Martin Careras dan ketiga anaknya belum ditemukan.
Sementara tujuh penumpang beserta awak kapal lainnya selamat dan telah dievakuasi dalam musibah tersebut. Tim SAR akan melanjutkan operasi pencarian selama tujuh hari, dengan evaluasi berkala berdasarkan kondisi cuaca dan keselamatan tim di lapangan.

