KM Putri Sakinah Tenggelam di Labuan Bajo, 4 dari 11 Korban Masih Dicari
Poin Penting
|
LABUAN BAJO, investortrust.id — Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Selat Padar, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (26/12/2025) malam sekitar pukul 21.00 Wita.
Hingga saat ini tim SAR gabungan telah mengevakuasi tujuh orang penumpang dan awak kapal dalam kondisi selamat dari total 11 orang yang berada di atas kapal.
Kepala Kantor KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto menyatakan, operasi pencarian telah memasuki hari ketiga pada Minggu (28/12/2025) dengan melibatkan berbagai unsur dan armada laut.
“Pada operasi pencarian hari ketiga, kami mengerahkan kapal milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, yakni KNP Grantin, Speed Patroli KSOP Labuan Bajo, RBB KSOP Labuan Bajo, serta RIB KPLP dengan total 23 personel,” kata Stephanus dalam keterangannya, dikutip Senin (29/12/2025).
Baca Juga
Dampak Bandara Komodo Tutup, Wisatawan Lewat Jalur Laut Keluar Labuan Bajo
Selain itu, lanjutnya, unsur SAR lain yang terlibat, antara lain RBB Lanal Labuan Bajo dengan enam personel dua kapal Ditpolairud Polda NTT, satu kapal Basarnas, 20 personel gabungan, serta enam penyelam profesional dari Gahawisri P3Kom.
“Hari ini juga dilakukan pengiriman logistik bantuan dari Padar Heritage Conservation (PHC) untuk mendukung operasi di lapangan, termasuk penyisiran perairan Pulau Komodo dan Pulau Padar serta penambahan personel,” tambah Stephanus.
Stephanus menyampaikan, hingga saat ini tim SAR gabungan telah mengevakuasi tujuh orang penumpang dan awak kapal dalam kondisi selamat dari total 11 orang yang berada di atas kapal. “Sementara empat orang lainnya masih dalam proses pencarian,” ujarnya.
Terkait kondisi kapal dan cuaca saat keberangkatan, Stephanus menegaskan KM Putri Sakinah diberangkatkan dalam kondisi laik laut. “Pada saat diberangkatkan, kapal dalam kondisi laiklaut dan prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan kondisi aman untuk pelayaran, dengan tinggi gelombang kurang dari 0,5 meter,” jelasnya.
Namun, menurut Stephanus, terjadi anomali cuaca yang tidak terprediksi. “Terjadi gelombang tinggi atau swell dalam periode singkat yang menyebabkan kapal tenggelam,” tandasnya.
Baca Juga
4 Warga Spanyol Hilang di Kecelakaan Phinisi Labuan Bajo, Kemenpar Berkoordinasi dengan Kedubes
Ia menambahkan, pada hari kejadian tercatat sebanyak 189 kapal diberangkatkan dari wilayah tersebut. “Dari jumlah itu, terdapat satu kapal yang mengalami kondisi kedaruratan,” tambah Stephanus.
Hingga Minggu (28/12/2025), tim SAR gabungan masih melanjutkan upaya pencarian terhadap empat korban yang belum ditemukan dengan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

