Prabowo Perintahkan Pengurusan Dokumen Warga Terdampak Bencana Sumatra Gratis
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh jajaran untuk menggratiskan pengurusan berkas dan dokumen yang hilang dan rusak milik warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers penanganan bencana Sumatra di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).
“Atas petunjuk Bapak Presiden tadi sudah disampaikan bahwa berkenaan dengan masalah pengurusan kembali seluruh dokumen-dokumen yang dimiliki oleh masyarakat memang diminta untuk tidak dipungut biaya,” kata Prasetyo Hadi.
Baca Juga
Mensesneg Perkirakan Anggaran Pemulihan Bencana Sumatra Rp 60 Triliun
Pras, sapaan Prasetyo hadi juga meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk mengawasi jajarannya dalam proses pengurusan dokumen tersebut. Hal ini untuk memastikan tidak ada petugas yang memungut biaya terkait pengurusan dokumen kependudukan dan catatan sipil (dukcapil) bagi warga terdampak bencana Sumatra.
"Kami mohon diberikan catatan, Pak Mendagri, untuk dilakukan monitoring dan pengawasan supaya di dalam pelaksanaannya tidak ada oknum-oknum yang di lapangan yang nanti memanfaatkan situasi," tegasnya.
Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian menyatakan sudah membentuk sembilan tim yang disebar di tiga provinsi terdampak bencana sejak 15 November 2025 lalu. Tim tersebut bertugas untuk mempercepat proses pengurusan dokumen dukcapil warga terdampak bencana.
Hingga saat ini, Tito menyatakan, terdapat 63.230 dokumen dukcapil yang telah diproduksi untuk warga terdampak bencana. Puluhan ribu dokumen itu mencakup kartu keluarga, KTP, akta kelahiran, dan akta kematian
"Untuk yang rusak ini kita perbaiki dan sudah berjalan, dan sampai hari ini sudah diproduksi sebanyak 63.230 dokumen, dan ini semua tidak bayar. Mulai dari kartu keluarga, KTP elektronik, ada juga akta kelahiran, akt kematian, dan lain-lain," katanya.
Baca Juga
Jelang Libur Tahun Baru, Istana Minta ASDP, Pelni, dan Pelindo Tingkatkan Kewaspadaan
Tito menyatakan, hingga saat ini hanya dinas dukcapil Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Langsa yang belum dapat melayani warga. Selebihnya, sudah berjalan normal. Namun, Tito memastikan, Kemendagri dan jajaran akan terus bekerja melayani masyarakat yang kehilangan dokumennya.
"Kami akan terus bekerja, artinya membantu masyarakat yang kehilangan dokumen supaya mereka punya data-data dokumen mereka, dan sekali lagi tidak dipungut bayaran," katanya.

