Kesejahteraan Petani Meningkat, Amran Klaim Indonesia Segera Swasembada Pangan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan, kesejahteraan petani nasional mengalami peningkatan signifikan yang tercermin dari capaian nilai tukar petani (NTP) yang menembus angka tertinggi sepanjang sejarah.
“Kesejahteraan petani meningkat, nilai tukar petani 124,36% dari target 110 dari Menteri Keuangan. Ini tertinggi dalam sejarah,” ujarnya, dalam Sidang Kabinet di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Amran menjelaskan, khusus untuk komoditas padi, peningkatan pendapatan petani mencapai sekitar Rp 120 triliun. Kinerja sektor pertanian juga tercermin dari lonjakan ekspor.
Baca Juga
Terapkan Sistem Satu Atap, Koperasi Binaan Anak Usaha TAPG Sejahterakan Ratusan Petani Sawit
“Ekspor pertanian kita sampai Agustus 42% dibanding tahun lalu. Kemudian perkiraan sampai Desember 33% sampai 35% kenaikan dibanding tahun lalu,” katanya.
Dari sisi produksi, Amran menyebut, target peningkatan produksi beras yang semula direncanakan tercapai dalam empat tahun kemudian dipercepat menjadi tiga tahun, dan akhirnya satu tahun, berhasil direalisasikan.
“Meningkat 4,17 juta ton, ini dari BPS (Badan Pusat Statistik). Insya Allah dua minggu kemudian kita bisa umumkan Indonesia swasembada pangan dan tercatat mencapai swasembada pangan di tanggal 1 Januari,” ucapnya.
Dari sisi pupuk, pemerintah melakukan revitalisasi kebijakan tanpa menambah beban anggaran negara. Volume pupuk bertambah 700.000 ton dan harganya turun sekitar 20%. Ini sudah berjalan dua bulan terakhir tanpa menambah anggaran.
“Ini hanya merubah regulasi yang ada, Perpres (Peraturan Presiden), Peraturan Menteri Keuangan, dan Peraturan Menteri Pertanian,” ujar Amran.
Baca Juga
Keberhasilan Indonesia di sektor pangan, kata dia, berhasil mendapat apresiasi global. Indonesia baru-baru ini mendapat pengakuan dari Badan Pangan Dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO)
“Kementerian Pertanian mendapatkan penghargaan dari FAO. Kementerian Pertanian berkontribusi pada dunia, karena harga pangan pada saat kita impor, harga pangan US$ 650 per ton, sekarang US$ 340, turun 42%. Karena Indonesia importir beras terbesar, tapi sekarang tidak impor, sehingga harga pangan dunia turun 42%,” kata Amran.

