Menkomdigi Ajak APJATEL Pastikan Konektivitas Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid mengajak Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) memastikan pembangunan infrastruktur konektivitas memberikan dampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi di daerah.
Ajakan itu disampaikan Meutya dalam acara Natal APJATEL 2025 yang digelar di Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025). Menurutnya, konektivitas harus menjadi pengungkit ekonomi lokal, bukan sekadar pembangunan jaringan semata.
“Pembangunan konektivitas harus memberikan manfaat dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing,” ujar Meutya dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (13/12/2025).
Politisi Partai Golkar itu menegaskan, peran APJATEL menjadi semakin strategis seiring konektivitas ditetapkan sebagai bagian dari pilar Tumbuh dalam tema baru Kemenkomdigi, yaitu Terhubung, Tumbuh, Terjaga. Infrastruktur digital dinilai krusial untuk mendukung program prioritas pemerintah, termasuk target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.
Baca Juga
Selain memperluas jaringan, Menkomdigi juga mendorong APJATEL berkontribusi dalam edukasi pemanfaatan internet yang produktif dan bertanggung jawab. Ia menilai literasi digital penting agar konektivitas benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Tidak bisa lagi kita hanya membangun tanpa memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya konektivitas ini digunakan untuk hal-hal yang baik,” sambungnya.
Menurut Meutya, pemanfaatan internet secara sehat perlu dimulai dari lingkungan keluarga sebagai unit sosial terkecil di era digital. Kesadaran tersebut dinilai penting agar teknologi memperkuat interaksi dan produktivitas, bukan justru menjauhkan hubungan sosial.
Dalam acara tersebut, Menkomdigi didampingi Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenkomdigi Bonifasius Wahyu Pudjianto dan Staf Khusus Menteri Arnanto Nurprabowo. Turut hadir Ketua Umum Apjatel Jerry Mangasas Siregar serta Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Sarwoto Atmosutarno.

