Gus Yahya Luncurkan Filantropi.nu.or.id untuk Penanggulangan Dampak Bencana
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) meluncurkan platform digital filantropi.nu.or.id. di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kramat, Jakarta, Selasa (9/12/2025).
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kita luncurkan platform filantropi.nu.or.id," kata Gus Yahya.
Gus Yahya yang hari ini masih menahbiskan dirinya sebagai Ketua Umum PBNU mengatakan, platform tersebut dihadirkan sebagai bagian dari upaya menggalang partisipasi masyarakat, khususnya warga Nahdliyin, dalam skala nasional untuk penanggulangan dampak bencana. Gus Yahya menekankan pentingnya mobilisasi sumber daya yang lebih besar mengingat besarnya skala bencana yang terjadi di saat ini.
"Kami mengkoordinasikan bukan hanya infrastruktur organisasi di titik-titik bencana, tapi juga di daerah-daerah sekitarnya," ujarnya.
Ia mengungkapkan platform digital filantropi.nu.or.id dibuat atas kerja sama dengan NU Online. Gus Yahya berharap konsolidasi struktur organisasi yang telah dibangun selama empat tahun terakhir dapat efektif dalam menggerakkan warga.
Baca Juga
Kiai-Nyai Muda NU Dorong PBNU Selesaikan Konflik Internal Melalui Musyawarah
"Kita ingin menguji sejauh mana hasil dari konsolidasi organisasi ini bisa betul-betul efektif untuk mengadres masalah-masalah masyarakat," ungkapnya.
Peluncuran platform ini dilakukan bersamaan dengan inisiasi program "Satu Juta Keluarga NU Peduli Bencana". Program tersebut bertujuan memobilisasi satu juta keluarga NU untuk berpartisipasi menyumbang bagi penanggulangan bencana.
Gus Yahya berharap setiap keluarga dapat berkontribusi minimal Rp20.000. Selain keluarga, PBNU juga akan menggerakkan partisipasi dari sektor pendidikan.
"Kita punya 14 ribu sekolah di bawah naungan Ma'arif. Kita akan gerakkan murid-murid untuk juga berpartisipasi," ujarnya.
Sekadar informasi, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Miftachul Akhyar menyatakan Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU. Kepemimpinan PBNU saat ini diambil alih Rais Aam. Dalam konferensi pers pada akhir November lalu, Miftachul menyatakan bahwa Yahya telah diberhentikan sebagai Ketua Umum PBNU. Keputusan tersebut diambil setelah mereka menggelar pertemuan dengan perwakilan 36 PWNU se-Indonesia hari ini.
"Terhitung 26 November 2025 Pukul 00.45 WIB, KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU, sehingga tidak berhak menggunakan atribut dan tidak memiliki kewenangan sebagai Ketua Umum PBNU," kata Miftah kepada awak media.

