BNPB: 883 Orang Tewas dan 520 Hilang dalam Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan data terbaru korban bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Hingga Sabtu (6/12/2025) pukul 10.00 WIB, jumlah korban tewas tercatat mencapai 883 jiwa, sementara 520 orang masih dinyatakan hilang dan sekitar 4.200 warga mengalami luka-luka.
BNPB menyebut pendataan masih terus berlangsung mengingat banyak wilayah yang terisolasi dan sulit dijangkau tim penyelamat.
Di Provinsi Sumatra Barat, korban meninggal terbanyak tercatat di Kabupaten Agam, Sumbar, dengan jumlah 171 orang. Selain Kabupaten Agam yang mencatat korban tertinggi, wilayah lain seperti Padang Panjang, Kota Padang, dan Pasaman Barat juga terdampak dengan total 226 korban meninggal, 213 hilang, dan 112 luka-luka.
Sementara itu, Aceh Utara menjadi daerah dengan angka kematian tertinggi di Provinsi Aceh, mencapai 124 orang berdasarkan pemutakhiran terbaru. Total korban tewas di Aceh sebanyak 345 orang, dengan 174 orang masih hilang dan sekitar 3.500 mengalami luka-luka. BNPB merinci korban di Aceh tersebar di Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, Pidie Jaya, Aceh Tengah, Bireuen, Aceh Tenggara, Kota Langsa, Gayo Lues, dan Lhokseumawe.
Di Sumatra Utara, jumlah korban tewas mencapai 312 jiwa, dengan 133 orang hilang dan 652 warga terluka. Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan korban terbanyak, yakni 89 orang, diikuti Tapanuli Selatan sebanyak 84 orang, Kota Sibolga 52 orang, Tapanuli Utara 34 orang, serta sejumlah korban dari Deli Serdang, Medan, Langkat, dan Humbang Hasundutan.
Kerusakan yang ditimbulkan bencana ini sangat besar, dengan 121 ribu rumah rusak serta lebih dari seribu fasilitas umum terdampak. BNPB melaporkan 1.100 fasilitas umum rusak, termasuk 270 fasilitas kesehatan, 509 fasilitas pendidikan, 405 jembatan, 338 rumah ibadah, dan 221 gedung atau kantor. Puluhan ribu warga terpaksa mengungsi, dengan Aceh Tamiang mencatat jumlah pengungsi terbesar mencapai 281 ribu orang, disusul Aceh Timur sebanyak 163 ribu orang dan Aceh Utara 115 ribu orang.
Di tengah masih berlangsungnya operasi penyelamatan, petugas gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan terus berupaya menjangkau lokasi-lokasi yang terputus aksesnya akibat kerusakan jembatan dan tingginya genangan. BNPB menyampaikan bahwa distribusi bantuan logistik terus dilakukan, termasuk 4.400 paket sembako, 3.300 makanan siap saji, 4.800 dus mie instan, serta ratusan dus air minum kemasan. Pemerintah pusat dan daerah juga mempercepat pemulihan infrastruktur dasar untuk mendukung penanganan darurat dan kebutuhan para pengungsi.
Dalam keterangan resminya, BNPB menegaskan bahwa upaya penanganan masih berlangsung dan masyarakat diminta tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem. “Koordinasi terus dilakukan untuk mempercepat penanganan korban dan pemulihan wilayah terdampak,” demikian pernyataan BNPB.

