BNPB Ungkap 30 Orang Meninggal Akibat Banjir dan Longsor di Sumbar
PADANG, investortrust.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 30 orang meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat (Sumbar). Hal itu diungkapkan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto saat meninjau penanganan bencana banjir dan longsor di Padang, Senin (11/3/2024).
"Bencana ini cukup masif karena mengakibatkan korban jiwa 27 orang di Kabupaten Pesisir Selatan dan tiga orang di Kabupaten Padang Pariaman," kata Suharyanto dikutip dari Antara.
Baca Juga
Banjir dan Longsor di Pesisir Selatan, 19 Orang Meninggal dan 7 Orang Hilang
Selain korban jiwa, bencana hidrometeorologi itu juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur di Ranah Minang. Pemerintah setempat memperkirakan kerugian sementara mencapai lebih dari Rp 226 miliar.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan BNPB merespons cepat kondisi bencana banjir dan longsor di Sumbar. Berdasarkan data BNPB, terdapat 12 kabupaten dan kota di Sumbar yang terdampak banjir.
"Dari 12 kabupaten dan kota itu, lima di antaranya menetapkan status darurat," ujarnya.
Kelima daerah itu yakni Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Pasaman Barat.
"Kelima daerah ini terdampak bencana yang cukup masif dan besar," ucap Kepala BNPB.
Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan bencana banjir dan tanah longsor diakibatkan oleh sejumlah faktor. Beberapa di antaranya, intensitas curah hujan yang tinggi lebih dari 12 jam. Selain itu, bencana ini juga akibat saluran drainase yang kurang berfungsi dengan baik sehingga terjadi penyumbatan di beberapa titik.
Baca Juga
BRI Peduli Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir di Grobogan dan Demak
Mahyeldi juga menyebut pembangunan infrastruktur dan permukiman warga yang tidak memerhatikan tata ruang wilayah menjadi faktor penyebab terjadinya banjir dan tanah longsor.
Dari hasil pendataan di lapangan, pemerintah menemukan beberapa titik di kawasan longsor terjadi penggundulan hutan dan deformasi. Bangunan penahan dinding sungai rusak dan sejumlah faktor lainnya.

