Jokowi Minta Masyarakat Doakan Bantuan Beras Berlanjut Hingga Maret 2024
JAKARTA, Investortrust.id - Presiden Joko Widodo menyerahkan langsung bantuan pangan cadangan beras pemerintah bagi masyarakat penerima manfaat di Balai Budaya Batubulan, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Selasa (31/10/2023). Dalam kesempatan tersebut Presiden meminta Masyarakat mendoakan agar pemerintah bisa melanjutkan program bantuan pangan berlanjut hingga Maret 2024.
Saat berdialog dengan masyarakat penerima, Presiden Jokowi menyampaikan komitmen pemerintah untuk terus menyalurkan bantuan pangan tersebut hingga bulan Desember 2023. Tidak hanya itu, Presiden Jokowi juga menyebut bahwa bantuan serupa akan diberikan hingga tiga bulan pertama tahun depan dengan jumlah 10 kilogram beras tiap bulannya.
“Nanti setelah November ini, Desember kita tambah lagi satu lagi. Jadi 10 kg, 10 kg, 10 kg, 10 kg, dan juga doakan nanti Januari, Februari, Maret juga akan 10 kg, 10 kg, 10 kg,” ujar Presiden Jokowi.
Baca Juga
Harga Beras Indonesia Terus Melambung 19%, Pasokan Ekspor Anjlok
Selain itu, bagi masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH), pemerintah juga akan memberikan bantuan tunai sebesar Rp200 ribu per bulannya pada bulan November dan Desember 2023.
“Yang banyak PKH ya. Nanti di bulan November dan Desember Ibu lihat nanti akan ada transfer Rp200 ribu, Rp200 ribu, beda lagi. Yang ini sudah, yang itu beda lagi, Rp400 ribu sampai akhir tahun ya,” ungkapnya.
Dalam keterangannya selepas peninjauan, Presiden Jokowi mendorong agar suplai beras terus didorong naik sehingga harga jual bisa terkendali.
Baca Juga
Jokowi: Program Bantuan Beras Bisa Dilanjutkan di 2024 Jika Anggaran Cukup
“Yang paling penting, yang pertama, suplainya didorong terus agar naik sehingga kalau suplainya banyak harga juga akan tidak ikut naik,” ujar Presiden.
Untuk itu, Presiden Jokowi telah memerintahkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk fokus pada urusan produksi beras. Selain itu, Presiden Jokowi juga telah meminta para kepala daerah untuk melakukan intervensi jika terjadi kenaikan harga komoditas apapun dengan anggaran tidak terduga.
Menurut Presiden Jokowi, anggaran tersebut bisa digunakan untuk biaya transportasi, distribusi, hingga mencari pasokan dari tempat produksi. “Saya kira kalau itu dilakukan saya yakin—tapi di sini harga-harga menurut saya masih baik. Masih baik,” ucapnya seperti dilansir laman Setpres RI.
