BSI Salurkan Bantuan Tambahan untuk Korban Bencana Aceh
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) menyalurkan untuk masyarakat korban bencana di Provinsi Aceh. Total bantuan seberat 27 ton dikirim secara bertahap, yakni tahap pertama sekitar 13,5 ton dan tahap kedua 13,5 ton.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, total bantuan tersebut diberikan dalam bentuk sembako, perahu karet, beras, biskuit, minyak, susu, selimut, perlengkapan solat, popok, dan obat-obatan.
“BSI juga mengirimkan alat bantu komunikasi starlink dan telepon satelit untuk men-support koordinasi penanganan bencana di Provinsi Aceh, serta untuk bantuan operasional layanan di outlet BSI,” ujarnya, dalam keterangan pers, Senin (1/12/2025).
Baca Juga
BSI Sebut Banjir Sumatera Sebabkan Sejumlah Kantor Cabangnya Tak Bisa Beroperasi
BSI, lanjut Anggoro, juga membangun posko kemanusiaan di berbagai titik. Selain itu, untuk mempermudah masyarakat Aceh, pihaknya menyiapkan berbagai alternatif layanan di regional Aceh selama tanggap darurat bencana hidrometeorologi.
”Saat ini BSI fokus pada pemulihan layanan kantor cabang, optimalisasi BSI E-Channel melalui BSI Call 14040, BYOND, BSI ATM, BSI Net Banking maupun layanan agen laku pandai BSI Agen di Aceh,” katanya.
Bank berkode saham BRIS ini juga fokus pada sejumlah aspek internal maupun eksternal. Sebagian outlet di lokasi terdampak bencana mulai beroperasi, di mana 65% atau 94 outlet layanan di Aceh beroperasi. Rinciannya, 45 di Banda Aceh, 15 outlet di Lhokseumawe, 34 outlet di Meulaboh
Baca Juga
BSI Salurkan 15 Ton Bantuan Logistik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh
“BSI akan mempercepat pemulihan akses layanan, termasuk infrastruktur yang sebagian masih dalam proses pengiriman, karena terkendala akses,” ucap Anggoro.
Menurutnya, menjelang akhir tahun kebutuhan akan transaksi keuangan masyarakat biasanya meningkat, terlebih dalam kondisi bencana seperti saat ini. Oleh karena itu, BSI berupaya melakukan pemulihan layanan kantor secepat mungkin.
“Juga (menjaga) ketersediaan uang tunai yang dibutuhkan nasabah,” ujar Anggoro.

