BSI Salurkan 15 Ton Bantuan Logistik untuk Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat yang terdampak bencana di Provinsi Aceh. Bantuan dikirim dalam beberapa tahap dengan total mencapai 15 ton, mencakup 17 kota dan kabupaten yang mengalami dampak paling signifikan.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, pihaknya berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Pemerintah Provinsi Aceh untuk menyalurkan bantuan logistik yang meliputi perahu karet, sembako, susu, obat-obatan, serta perlengkapan pendukung komunikasi seperti Starlink dan telepon satelit untuk menjaga kelancaran koordinasi.
“Musibah ini tidak hanya berdampak pada masyarakat sekitar, tapi juga pada aktivitas layanan perbankan di beberapa unit kantor kami,” ujarnya, dalam keterangan pers, Minggu (30/11/2025).
Baca Juga
BSI Sebut Banjir Sumatera Sebabkan Sejumlah Kantor Cabangnya Tak Bisa Beroperasi
Menurut Anggoro, terdapat 66 kantor cabang di wilayah Aceh dan cabang di wilayah Sumatera Utara yang tak dapat beroperasi karena terkendala akses dan sarana pendukung lainnya. Untuk itu, BSI berupaya mempercepat pemulihan layanan cabang agar bisa segera beroperasi.
Saat ini, kata dia, sebagian mesin anjungan tunai mandiri (ATM) sudah beroperasi melayani kebutuhan uang tunai nasabah. Sementara kantor cabang yang terdampak banjir juga sedang dalam proses pembersihan sehingga bisa segera melayani transaksi nasabah.
“Relawan BSI yang berangkat akan menjari representasi BSI di lapangan, menyampaikan bantuan, mendampingi pegawai dan nasabah, serta menghadirkan harapan bagi masyarakat yang sedang mengalami masa paling berat dalam hidup mereka,” kata Anggoro.
Baca Juga
Di tahap awal, lanjut dia, BSI memprioritaskan keselamatan nasabah, karyawan, dan masyarakat, serta percepatan untuk operasional cabang di wilayah terdampak bencana. Oleh karena itu, BSI mengambil langkah cepat untuk memastikan keamanan seluruh personel BSI dan melakukan penyesuaian operasional sesuai kondisi di lapangan.
“BSI menyadari menjelang akhir bulan, kebutuhan transaksi keuangan masyarakat meningkat. Terlebih dalam kondisi bencana seperti ini, upaya pemulihan layanan kantor dilakukan sesegera mungkin,” ucap Anggoro.

