Petani Gurem Meningkat, BPS Sebut karena Lahan Makin Sempit
JAKARTA, investortrust.id - Jumlah petani gurem di Indonesia telah mencapai 17.248.181 orang. Sedangkan Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) Gurem meningkat 15,64% dibanding tahun 2013.
Angka tersebut dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Diseminasi Hasil Sensus Pertanian Tahun 2023 (ST2023) Tahap 1 pada Senin (4/12/2023). Menurut BPS, meningkatnya petani gurem salah satunya disebabkan oleh lahan yang makin sempit.
"Salah satu konsep petani gurem itu yang lahannya sempit. Nah ini pasti ada korelasinya karena makin kesini lahan makin sempit," ujar Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto kepada awak media, Senin (4/12/2023).
Lebih lanjut dalam rilis resmi BPS menjelaskan, yang dimaksud petani gurem ialah perseorangan dan/atau beserta keluarganya yang melakukan usaha pertanian dengan penguasaan lahan pertanian kurang dari 0,5 hektar.
Baca Juga
Berdasar rilis BPS, RTUP gurem meningkat 15,64% menjadi 16,89 juta rumah tangga dibanding tahun 2013 lalu.
Di tengah tren ketersediaan lahan yang terus menurun, Sekretaris Utama BPS menyebut ke depan mungkin akan dibutuhkan program intensifikasi.
"Walaupun gurem, produktivitasnya ditingkatkan. Bukan menambah lahan tetapi menambah produktivitas. Jadi (program) intensifikasi harapannya.
Atqo menambahkan, program intensifikasi ditujukan agar produktivitas petani gurem akan semakin tinggi.
"Terutama (produktivitas) untuk tanaman pangan. Kalau tadi ingin dikaitkan dengan kedaulatan pangan," pungkas Atqo. (CR-1)

