Warga Baduy Dibegal di Jakpus dan Ditolak RS, Menko Pratikno: Ya Allah, Kami Lacak
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengungkapkan kekagetannya dengan peristiwa yang dialami warga Baduy, bernama Repan (17).
Warga Kampung Cikeusik, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak itu menjadi korban pembegalan hingga mengalami luka bacok di tangan kiri saat berjualan madu di wilayah Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (26/10/2025). Repan kehilangan 10 botol madu, ponsel, dan uang tunai Rp3 juta.
Baca Juga
Tak hanya itu, Repan yang terluka sempat mendatangi rumah sakit terdekat untuk meminta pertolongan. Namun, Repan ditolak pihak rumah sakit karena tidak memiliki identitas berupa KTP. Repan hanya diberi perban seadanya di luar ruangan sebelum akhirnya dirujuk ke klinik dan kemudian ke RS Ukrida.
Pratikno memastikan akan melacak peristiwa yang dialami Repan.
"Ya Allah, kami lacak ya," kata Pratikno di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Baca Juga
Pratikno Kumpulkan Menteri Teknis, Rakor Perdana Bahas Program Prioritas Prabowo
Pratikno menyatakan akan menindaklanjuti agar peristiwa yang dialami Repan tidak terulang. Salah satunya berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menerbitkan KTP bagi masyarakat adat.
"Kami bicarakan ke Kemendagri ya, di adminduk (administrasi kependudukan) kan itu," katanya.

