Jangan Macam-Macam, Perairan Natuna Kini Dijaga UAV TAI Anka-S
Jakarta, Investortrust.id – Satu unit UCAV (Unmanned Combat Aerial Vehicle) buatan Turki, UAV TAI Anka-S telah tiba di pangkalan TNI AU Supadio, Kalimantan Barat pada Jumat, (26/10/2025). Drone pengintai bersenjata ini diproyeksikan menjaga keamanan Laut Natuna.
Pada Februari 2023, Kementerian Pertahanan RI menandatangani kontrak untuk mengakuisisi 12 unit Anka-S senilai $300 juta. Selain 12 unit drone tersebut, masuk dalam kontrak tersebut adalah 4 unit GCS (Ground Control Station) yang melengkapi Anka-S menurut sumber tak resmi. Presiden dan CEO Turkish Aerospace Industry Temel Kotil telah mengkonfirmasi jumlah Anka yang akan dikirim ke Indonesia.
Anka-S ini dapat membawa rudal udara ke permukaan Smart Micro Munition (MAM-L) buatan Roketsan, atau bisa juga dipasangi roket 2.75 inchi berpengendali pada dua hardpoint di bawah sayap.
Perkara mengendus sasaran, Anka-S dilengkapi sensor optical electronic generasi terbaru yang tidak disebutkan secara rinci, perangkat IFF (Identification Friend of Foe), laser range finder dan laser designator. Semua sensor tersebut sangat handal dalam mengunci target secara presisi.
Total payload 200 kg dapat dibawa Anka-S dengan dapur pacu mesin turbopropeller PD170 bertenaga 150HP, yang kerennya, bertipe hybrid, bisa minum diesel dan avtur JP-8. Tiga bilah baling-baling menjadi pendorong di bagian belakang membuat Anka-S menyandang drone kelas MALE (Medium Altitude Long Endurance).
Ia mampu terbang nonstop selama 30 jam di ketinggian 9.200 mdpl. Meski di atas kertas Anka-S disebutkan memiliki daya jelajah hingga 100km, namun daya jelajah sebenarnya mampu mencapai 250 km pada mode Line of Sight (LoS).
Teknologi kendali dan avionik Anka-S sudah disokong synthetic aperture radar (SAR), inverse SAR (ISAR) dan ground moving target indicator (GMTI) radar untuk mendeteksi, identifikasi, dan penjejakan pada sasaran bergerak di permukaan.
Kepala bagian depan Anka-S terlihat lebih besar karena menjadi tempat disimpannya radome dengan airborne satellite communications (SATCOM) antenna dari jenis ViaSat VR-18C high-power.
Sesuai kesepakatan antara Indonesia dan Turki, 6 unit Anka-S dibuat di Turki, sementara sisanya akan dibangun di Indonesia oleh PT DI berdasarkan persayaratan Transfer of Technology oleh pemerintah Indonesia. Dari total 12 unit, 6 akan dioperasikan oleh TNI AU, kemudian TNI AD dan TNI AL akan menerima masing-masing tiga unit.

