Kasus Kereta Anjlok Berulang, Legislator Minta Kemenhub Audit Keselamatan Independen
JAKARTA, Investortrust.id -- Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda menyikapi kasus kereta api anjlok yang terus berulang dalam beberapa bulan terakhir. Syaiful mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan audit keselamatan independen untuk memastikan objektivitas rekomendasi perbaikan layanan kereta api di tanah air.
Dikatakan, tingginya intensitas kereta anjlok merupakan bentuk krisis keselamatan transportasi di tanah air. Menurutnya ada tiga masalah utama yang seringkali memicu kecelakaan kereta api di Indonesia, yakni usia prasarana, akumulasi kerusakan sarana, dan adanya cacat prosedur operasional.
Baca Juga
PLN dan KAI Mulai Elektrifikasi Jalur Kereta Nasional Tanpa APBN
"Kami menilai tingginya insiden kereta api di Indonesia membutuhkan intervensi kebijakan, regulasi, dan aksi konkret yang radikal mengingat tingginya jumlah penumpang untuk moda transportasi ini," ujarnya.
Ia mendesak Kementerian Perhubungan mengambil langkah kongkret agar kecelakaan kereta api baik jarak jauh, lokal, maupun komuter tidak terulang. Langkah tersebut di antaranya melakukan peremajaan infrastruktur dengan teknologi terbaru.
Ia menyarankan agar jalur rel yang berusia tua harus diremajakan. Tak hanya itu, harus ada teknologi pengawasan rel seperti track geometry measurement system untuk memindai kerusakan rel secara otomatis.
"Sudah saatnya kita beralih dari perawatan korektif yang menunggu kerusakan menjadi perawatan prediktif berbasis data sensor, seperti praktik yang diterapkan di negara maju," ucapnya.
Baca Juga
Pemerintah Siap Reaktivasi Jalur Kereta "Tidur” dan Kaji Kelanjutan Kereta Cepat hingga Surabaya
Diberitakan, kasus kereta api anjlok terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Pada Agustus lalu terdapat tiga kasus, yakni anjloknya KA Argo Bromo di Subang, KRL di Stasiun Jakarta Kota, lalu ada Kereta Kuala Stabas di Lampung. Bulan ini kembali terjadi yakni Kereta Purwojaya di Kedunggede Bekasi.
