Ketika Elite Mafioso Marah kepada Bahlil Lahadalia
Poin Penting
|
Oleh: Dian Rosmala *)
INVESTORTRUST.ID - Mengejutkan kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Dua kali disurvei, semuanya bagus.
Survei kedua, dilakukan oleh Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI). Dia masuk lima besar terbaik di kabinet. Survei pertama, lebih moncer lagi. Menteri Bahlil terbaik kedua setelah Menteri Purbaya. Index Politca yang menyurvei itu.
Purbaya dan Bahlil bahkan menjadi top of mind. Dengan segala kontroversi keduanya tentunya.
Intinya, di kalangan bawah, rakyat puas atas kinerja Menteri Bahlil.
Pakar Ekonomi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Hendry Cahyono bahkan angkat bicara soal ini. Dia menjelaskan, Menteri Bahlil berhasil menjalankan peran strategisnya. Guna menjaga stabilitas sektor energi nasional. Khususnya terkait pasokan dan harga BBM, LPG, serta listrik.
“Selama satu tahun terakhir, tidak ada kenaikan harga BBM dan tarif. Menteri Bahlil cukup efektif menjaga stabilitas energi,” ujar Hendry.
Bagaimana dengan kalangan atas? Di sinilah kurangnya Menteri Bahlil. Banyak "pemain-pemain" subsidi digasak oleh Bahlil. "Pemain-pemain" ini lalu marah. Menyewa buzer-buzer. Lalu menyerang Menteri Bahlil di medsos.
Ketika Menteri Bahlil melakukan penataan, nama mereka mendadak hilang. Ada juga cuannya tergerus.
Ada lagi yang memakai jurus tekan-menekan. Dia menakut-nakuti Menteri dengan isu PHK massal. Dia juga menekan dengan lobi-lobi atas. Semua upaya itu tidak mempan!
Mereka berasumsi bahwa pejabat kita bisa ditekan, dilobi. Bisa jadi mereka menganggap Bahlil tidak kuat lantas menyerah. Dulu-dulu mungkin jurus ini efektif. Mereka lupa, kali ini menterinya lain. Sama sekali lain.
Mereka lupa, Menteri Bahlil tak akan mundur sejengkal pun, bila itu terkait kepentingan negara dan rakyat kecil.
Mereka lupa, Menteri Bahlil tetap berkeras menyetop ekspor ore nikel, walau didemo berbulan-bulan. Menteri Bahlil lah yang mencabut nyawa 2.000 lebih IUP (Izin Usaha Pertambangan) bermasalah. Walau di belakangnya banyak orang-orang besar dan investor-investor besar, dari negara-negara besar pula.
Atas restu Presiden, Menteri Bahlil juga membagi-bagi lahan tambang untuk ormas keagamaan. Mereka yang isi otaknya hanya cuan dan cuan, susah memang memahami kebijakan "pro-rakyat" Menteri Bahlil ini.
Maka mafia-mafia ini marah. Sebab tambangnya diambil. Diserahkan ke rakyat. Termasuk sumur-sumur minyak, diserahkan ke rakyat, koperasi, UKM, dan BUMD.
Masih banyak deretan kebijakan populis lain Bahlil yang membuat elite-elite dan mafioso marah. Marah besar. Besar sekali. Marahnya pun tidak sekali. Tetapi berkali-kali. Sebab, ratusan triliun rupiah, cuannya dikembalikan ke negara.
Itulah Menteri Bahlil. Rakyat puas. Namun elite-mafiosonya yang marah-marah. Marah sampai ke sosmed. Lalu meminta pertolongan para buzer. ***
*) Pemerhati Kebijakan Publik

