Profil Bahlil Lahadalia: Dari Kondektur Bus hingga Terpilih kembali Jadi Menteri
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto telah melantik 48 menteri dan 5 pejabat setingkat menteri yang menjadi anggota Kabinet Merah Putih. Satu dari beberapa nama Menteri yang dilantik tersebut adalah Bahlil Lahadalia yang dipertahankan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Bahlil yang juga menjabat sebagai ketua umum Pertai Golkar ini ternyata memiliki perjalanan hidup yang tak mudah sebelum menempati posisi tersebut. Pria kelahiran Banda, Maluku Tengah, 7 Agustus 1976 tersebut diketahui pernah menjadi penjual kue dan kondektur bus saat masih remaja. Bahkan, dirinya mengaku sempat menjadi sopir angkot saat duduk di bangku SMA.
Kendati demikian, dirinya tetap melanjutkan sekolah hingga akhirnya lulus S1 di STIE Port Numbay dan kemudian bekerja di Sucofindo. Bersama teman-temannya, Bahlil kemudian mendirikan tiga perusahaan bernama PT Rifa Capital, PT Bersama Papua Unggul, dan PT Dwijati Sukses. Dari sinilah Bahlil mulai dikenal sebagai pengusaha.
Baca Juga
Bahlil Buka Suara soal Perkembangan Tambah 10% Saham di Freeport
Pada medio 2015-2019, Bahlil terpilih menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Indonesia (Hipmi). Karirnya makin mentereng Joko Widodo (Jokowi) yang kala itu menjabat sebagai presiden mengangkat Bahlil menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal di tahun 2019.
Berselang dua tahun kemudian, tepatnya pada 28 April 2021, Bahlil dilantik sebagai Menteri Investasi. Masa jabatannya berlangsung hingga Agustus 2024, kemudian dirinya dipindahtugaskan oleh Jokowi menjadi Menteri ESDM menggantikan Arifin Tasrif.
"Secara pribadi saya mengucapkan terima kasih karena di zaman Bapak (Jokowi) memimpin bangsa ini, saya tiga kali dilantik oleh Bapak, saya dilantik pertama jadi Kepala BKPM, jadi jabatan saya di pemerintah bertahap juga, belum langsung menteri, masih Kepala BKPM, abis itu lantik kedua jadi Menteri Investasi dan habis itu pelantikan ketiga jadi Menteri ESDM," ucap Bahlil.
Baca Juga
Profil Agus Gumiwang yang Kembali Jabat Menteri Perindustrian, Punya Harta Rp 197,53 Miliar
Bahlil sendiri mengaku kalau dirinya tidak pernah terpikir untuk bisa menjadi Menteri ESDM. Apalagi, dirinya pernah memiliki pengalaman kurang menyenangkan dengan Kementerian ESDM di masa lalu.
Sebagai pengusaha tambang, Bahlil tentunya membutuhkan izin dari Kementerian ESDM untuk menjalankan bisnisnya tersebut. Namun, dia membeberkan bahwa untuk mendapat izin pengelolaan tambang sangatlah sulit. Apalagi dia tidak bisa bertemu dengan petinggi Kementerian ESDM secara langsung.
“Saya tak pernah bermimpi masuk di kantor ini (Kementerian ESDM) sebenarnya. Aku mau kasih tahu kalian, ya. Dulu aku masuk di kantor ini, jangankan Dirjen, Direktur saja gak pernah mau temui aku. Ini benar, nih. Saya ketemunya sama staf-staf di bawah,” ungkap Bahlil.
Selain menjabat sebagai menteri, saat ini Bahlil, juga memegang posisi sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Dia menggantikan Airlangga Hartarto yang mengundurkan diri pada 10 Agustus 2024. Bahlil terpilih sebagai Ketua Umum Golkar secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) XI Partai Golkar yang digelar pada 20-21 Agustus 2024.
Baca Juga
Prabowo Lantik 48 Menteri dan 5 Pejabat Setingkat Menteri Kabinet Merah Putih
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 1 April 2024, untuk laporan periodik tahun 2023, Bahlil Lahadalia tercatat memiliki total harta kekayaan Rp 310,42 miliar.
Dilansir dari laman elkhpn.kpk.go.id, Bahlil tercatat memiliki 18 tanah dan bangunan yang mayoritas berada di Jayapura Papua dan sisanya tersebar di Jakarta Selatan, Sragen, dan Gianyar yang diperoleh dari hasil sendiri, dengan total sebesar Rp 291.617.305.000.

