Gelar Rembuk Ide Transisi Energi Berkeadilan, The Habibie Center Hadirkan Langsung 3 Capres 2024
JAKARTA, investortrust.id - The Habibie Center menggelar high level talk bertajuk "Rembuk Ide Transisi Energi Berkeadilan: Menelaah Gagasan dan Komitmen Calon Pemimpin Indonesia" di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2023). Diskusi ini akan menghadirkan langsung 3 calon presiden (capres) Pemilu 2024 yaitu Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto.
Direktur Eksekutif The Habibie Center, Mohammad Hasan Ansori mengatakan diskusi ini berupaya menghadirkan visi para capres mengenai transisi energi di Indonesia.
"Menjelang 2024 kita akan punya presiden baru, ini momen tak biasa, 5 tahunan. Jadi kita harus mengambil momen untuk melihat apakah capres memiliki komitmen visi berketeguhan dan keseriusan mengawal peta jalan arah Indonesia menuju transisi energi sesuai harapan kita sebagai bangsa. Akan hadir 3 capres, jadi komplit," kata Ansori dalam pembukaan.
Dia menegaskan proses transisi energi tak lepas dari kondisi demokrasi di Indonesia. Menurutnya, The Habibie Center melihat masih ada 3 problem akut dalam iklim demokrasi Indonesia saat ini yaitu korupsi, oligarki, dan inequality.
"Habibie Center ingin melihat apakah prinsip-prinsip demokrasi bisa masuk dan terintegrasi dalam proses transisi energi, termasuk akses, partisipasi, dan inklusivitas. Yaitu apakah transisi energi bisa membawa dampak terhadap perkembangan masyarakat," ujarnya.
Selanjutnya, Habibie Center ingin memastikan transisi energi bisa mengurangi ketimpangan ekonomi di Indonesia dan bukan memperparahnya.
"Kami juga ingin memastikan transisi energi tidak dikuasai corporate tertentu, masyarakat harus menjadi subjek penting dalam proses ini," tegasnya.
Di akhir sambutannya, Ansori menjelaskan proses transisi energi ini merupakan bagian dari upaya bersama Indonesia dan dunia untuk menghindari krisis iklim yang kini dirasakan.
"Masa transisi ini merupakan masa kritis. Mudah-mudahan upaya Habibie Center ini memberikan dampak positif terhadap pembangunan bangsa. Kita dengar dan saksikan serta menguji visi misi capres dalam transisi energi. Karena kalau salah memilih maka risiko 5 tahun ke depan akan kita tanggung sendiri," tutupnya.
Acara ini juga menghadirkan sejumlah panelis yang berkompeten di bidang transisi energi seperti Guru Besar Fakultas Teknik UGM, Tumiran; Direktur The Climate Reality Project Indonesia, Amanda Katili Niode; Rizaldi Boer dari IPB; Dewan Pengarah BRIN, Tri Mumpuni Wiyatno; Direktur Program dan Pengembangan The Habibie Center, Julia Novrita; Profesor Riset Bidang Meteorologi, Edvin Aldrian; dan mantan Kepala BP Migas periode 2002-2005, Rachmat Sudibjo.(CR-14)

