MBG Sudah Serap 380.000 Tenaga Kerja
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengeklaim, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menyerap 380.000 tenaga kerja. Data ini disebutkan oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, usai rapat dengan Kepala BGN Dadan Hindayana.
“Kalau saya tidak keliru tadi penyerapan tenaga kerja sudah 380.000, itu saya kira membantu sekali dalam keadaan ekonomi dunia yang tidak menentu sekarang ini. Makan bergizi ini saya kira memberikan salah satu peluang untuk kita mengatasi masalah-masalah ini,” papar Luhut di Kantor DEN, Jakarta, Jumat (3/10/2025).
Penasihat Khusus Presiden urusan Investasi itu juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah (pemda) dalam program yang membidik kesehatan anak dan ibu hamil tersebut.
Luhut bercerita, pihaknya juga baru saja melakukan proyek uji coba (piloting project) di Banyuwangi untuk memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam memastikan bantuan sosial tepat sasaran.
“
Itu kami kaitkan tadi baru ketemu dengan BGN sehingga nanti semua data kita nasional akan terintegrasi,” sambungnya.
Baca Juga
Dia pun mengingatkan masyarakat agar tidak pesimis pada program ini. Pemerintah meyakini, program MBG dapat terlaksana dengan jauh lebih baik dalam tiga bulan ke depan. Hal ini didukung validasi data, hingga pengecekan fisik di lapangan.
DEN dikabarkan telah membangun tim untuk pemeriksaan berkala Program MBG. “Sehingga kita tidak hanya menerima laporan. Sehingga presiden dapat laporan dengan data akurat sehingga pengambilan keputusan juga bisa akurat,” tegas Luhut.
DEN juga mengapresiasi ketegasan BGN yang saat ini telah mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum pelaksana program MBG untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hal ini ditegaskan pemerintah, setelah runtutan kasus keracunan MBG terjadi di berbagai daerah.
“Pak Dadan juga respons. Ya kami paham mungkin masih, ya barang barulah. Tadi saya lihat data oke, jangan terlalu pesimis. Bangsa ini bangsa besar, jadi jangan juga kita terlalu (pesimistis).,” pungkasnya.

