Dampak Positif MBG: Pemasok Ikan di Tangsel Raup Berkah, Serap Banyak Tenaga Kerja
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Khusus Tangerang Selatan membawa dampak positif bagi pelaku UMKM. Salah satunya pelaku UMKM Ifta Bintan yang dipercaya sebagai pemasok ikan segar.
Bintan, sapaan akrabnya, kini mempekerjakan 15 orang pegawai untuk menyeleksi, menimbang, hingga memfillet ikan yang dikirim ke dapur MBG. “Karyawan saya semakin banyak, mitra juga bertambah. Lewat MBG, saya bisa memberdayakan ibu-ibu sekitar rumah untuk ikut bekerja memotong, mencabut duri, dan memfillet ikan,” ujarnya saat ditemui pekan ini di Tangsel.
Baca Juga
BGN Nonaktifkan 56 SPPG Terkait Kasus Keracunan MBG Berulang
Setiap hari, usaha Bintan menyuplai 3.000–6.000 potong ikan fillet untuk kebutuhan SPPG. Ia juga telah bermitra dengan enam nelayan, meningkat dari sebelumnya hanya dua. “Kami usahakan ikan tidak lebih dari empat jam di suhu ruang. Walaupun sudah diberi es batu, kami tetap menjaga agar selalu fresh,” katanya dalam penjelasan resminya, belum lama ini.
Bagi Bintan, program MBG bukan hanya peluang usaha, melainkan juga sumber keberlangsungan hidup banyak orang. Karena itu, ia berharap program prioritas Presiden Prabowo ini terus dilanjutkan. “Program ini harus dimaksimalkan agar semakin banyak anak-anak menikmati makanan bergizi. Saya juga ingin memperkenalkan ikan kepada anak-anak bahwa ikan itu enak dan menyehatkan,” ujarnya.
Dongkrak UMKM
Sementara itu, Kepala SPPG Khusus Tangsel, Nindy Sabrina, menegaskan pihaknya memang memberi ruang luas bagi UMKM untuk terlibat dalam pasokan bahan baku MBG. Saat ini, ada 15–20 UMKM yang menjadi pemasok daging ayam, telur, tempe, tahu, sayuran, hingga buah-buahan.
“Semua UMKM bisa datang langsung, mengetuk pintu, dan mengajukan penawaran sesuai spesifikasi. Selama kualitas dan harga sesuai, pasti bisa kami terima,” jelas Nindy.
Baca Juga
MBG Tembus 1,1 Miliar Porsi, Badan Gizi Nasional Fokus Jaga Keamanan Pangan 100% SPPG
Menurutnya, tingginya kebutuhan dapur MBG otomatis ikut menggerakkan ekonomi masyarakat. “Daging ayam saja bisa 300–400 kilogram per hari, belum termasuk beras, ikan, dan sayuran. UMKM tentu mempekerjakan orang, bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan. Jadi dampaknya meluas ke banyak pihak,” katanya.
Atas komitmen tersebut, SPPG Khusus Tangsel diganjar penghargaan sebagai ‘SPPG Ramah UMKM’ berkat perannya memberdayakan pelaku usaha kecil dan menengah dalam rantai pasok MBG.

