Prabowo Ungkap Banyak Rencananya yang Tak Disetujui Sri Mulyani
JAKARTA, investortrust.id - Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto mengungkapkan banyak rencananya di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang tak disetujui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Hal itu disampaikan Prabowo menanggapi pertanyaan Ganjar mengenai target minimum essential force (MEF) atau kekuatan pokok minimum yang baru mencapai 65,49% dari target 79% dalam debat capres di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024).
"Jadi Pak Ganjar, saya sudah buat rencana, tetapi yang menentukan termasuk Menteri Keuangan," kata Prabowo.
Baca Juga
Ganjar Beri Nilai 5 atas Kinerja Prabowo sebagai Menhan, Anies: 11 dari 100
Prabowo mengakui telah menjabat sebagai menteri pertahanan selama empat tahun. Namun, kata Prabowo, dua tahun masa kepemimpinannya sebagai menhan diganggu oleh pandemi Covid-19 sehingga banyak anggaran yang perlu di refocusing.
"Jadi banyak yang kita ajukan tidak disetujui oleh Menteri Keuangan. Jadi, sebagai seorang menteri, sebagai seorang team player, saya harus loyal," katanya.
Sebagai seorang menteri, Prabowo mengaku hanya dapat menjalankan kebijakan pemerintah. Prabowo mengaku ingin yang terbaik untuk prajurit TNI. Namun, di waktu yang sama terdapat pandemi Covid-19, krisis Ukranina, dan lainnya.
"kita harus loyal kepada yang lebih besar. Covid, ada krisis Ukraina, pangan naik, BBM naik," katanya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menjelaskan mengenai pembelian pesawat bekas. Dikatakan, yang terpenting bukan lah soal baru dan bekas, tetapi juga usia pesawat dan jam terbang.
"Bung Karno waktu menghadapi Irian Barat, seluruh alatnya bekas, Pak Ganjar. Bung Karno, seluruh pesawat terbang, kapal selam, cruiser, destroyer, semuanya bekas. Jadi, kita juga masih pakai banyak, sampai sekarang, pesawat bekas. Jadi, banyak data Bapak, mungkin niat Bapak baik, tetapi mungkin tim Bapak, staf Bapak itu keliru memberi masukan. Jadi, dalam alat perang, saya katakan, bukan baru dan bekas, tetapi usianya. Kalau pesawat, flying hours," katanya.
Baca Juga
Prabowo: Urusan Alutsista Bukan Soal Bekas Tetapi Usia Pakai
Ganjar menilai jawaban Prabowo tidak menjawab pertanyaannya. Ganjar mengaku ingin Prabowo membantah data yang disampaikan dengan data.
"Bapak tidak mampu membantah dan Bapak menjelaskan pesawat bekas. Saya tidak pernah berbicara pesawat bekas dalam pertanyaan saya. Minimal saya bertanya, tadi kalau Bapak, maaf mendengarkan terakhir, capaian MEF kita hanya 65,49% dari target 79%. Dan ini mengkhawatirkan karena akhir tahun ini sudah harus selesai. Bapak juga tidak menjawab. Jadi artinya sebenarnya apa yang Bapak jawab dari seluruh pengelolaan pertahanan yang ada di Indonesia ini?" kata Ganjar.
Ganjar mengaku meragukan pernyataan Prabowo karena tidak membantah data yang disampaikannya. Padahal, Ganjar sudah memberikan ruang dan mempersilakan jika ada staf yang ingin membantu Prabowo.
"Anda mau bilang angkanya silakan naik ke sini. Akan saya tunjukkan, akan saya tunjukkan kalau Anda mau membantu. Terima kasih," katanya.
Merespons itu, Prabowo mengaku waktu yang dimilikinya tidak cukup. Prabowo mengaku akan membuktikan satu per satu data yang dimilikinya. Namun, Ganjar meminta agar Prabowo menyampaikan dalam debat capres malam ini.
"Oh enggak bisa, saya tidak dikasih waktu. Jadi Anda tidak fair, Anda minta saya kasih penjelasan yang begitu rumit, tetapi waktu saya terbatas. Saya transparan. Dan yang saya katakan, kalau kita bicara MEF, MEF itu mulai dari berapa periode yang lalu. Kalau kita mau buka-bukaan, menteri pertahanan sebelum saya, apakah tidak juga berpengaruh? Juga menteri keuangan yang banyak tidak menyetujui disbursement. Jadi mari kita diskusi dengan baik sebagai negarawan dan tidak mencari-cari hal-hal yang keliru," katanya.

