Dugaan Daya Beli Masyarakat Turun, Sri Mulyani: Kita Harus Lihat Banyak Hal
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan dugaan terjadinya daya beli masyarakat yang menurun pada Oktober 2024. Sri Mulyani mengatakan indikator daya beli masyarakat harus dilihat dari banyak hal.
“Ada banyak studi yang menunjukkan indikator paling frekuen. Ini seperti consumer confidence (Indeks Keyakinan Konsumen/IKK), tapi itu mungkin basisnya di perkotaan,” kata Sri Mulyani, di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (4/10/2024).
Baca Juga
Terjadi Lima Bulan Beruntun, Deflasi September 0,12% Dikontribusi Makanan
Berdasarkan IKK, Sri Mulyani menyebut daya beli masyarakat masih pada level yang stabil dan tinggi. Artinya, tidak ada koreksi yang tajam atau tiba-tiba menurun tajam.
Selain itu, Sri Mulyani menjelaskan Indeks Penjualan Riil (IPR) masih menunjukkan adanya aktivitas yang cukup konstan atau stabil. “Mungkin kalau persepsi mengenai daya beli, yang berasal dari studi mengenai kelas menengah,” kata dia.
Berbicara mengenai kelas menengah, Bendahara Negara mengakui adanya sebagian kelas menengah yang turun ke kelompok rentan. Tetapi, di satu sisi, ada kelompok miskin juga mengalami kenaikan ke aspiring middle class.
“Jadi dalam hal ini, kami melihat adanya dua indikator, yang miskin naik, tapi yang kelas menengah turun. Penurunan kelas menengah biasanya karena inflasi,” ujar dia.
Baca Juga
Siap Ekspor ke Eropa, Rosan: KCC Glass akan Naikkan Investasi Tembus Rp 8 Triliun
Dengan inflasi tinggi, ujar Sri Mulyani, garis kemiskinan mengalami kenaikan. “Jadi kita melihat sekali lagi konsisten. Namun, kita tetap mendengar dalam hal ini,” ucap dia.
IKK Naik
Survei Konsumen yang digelar Bank Indonesia (BI) mengindikasikan, keyakinan konsumen mengalami kenaikan pada Agustus 2024. IKK pada Agustus 2024 tercatat sebesar 124,4, naik 0,81% dibanding Juli 2024 yang sebesar 123,4.
Sementara itu, survei BI terhadap kinerja penjualan eceran pada Agustus 2024 juta masih memperlihatkan pertumbuhan. Ini tercermin dari IPR Agustus 2024 yang mencapai 215,9, atau naik 1,83% dari bulan sebelumnya yang sebesar 212.
Meski IKK dan IPR tercermin positif, Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memaparkan saving dari kelompok masyarakat bawah turun. “Kita bisa lihat di kelompok bawah spending masih ada, tapi saving-nya turun,” ujar Andry, di Serang, Banten, Rabu (25/9/2024).
Dari data yang dipaparkannya, terlihat belanja kelas bawah mencapai angka 110,6. Namun, indeks tabungan turun ke 47,9 pada September 2024.
Penurunan juga terlihat pada data belanja dan tabungan kelas menengah. Belanja kelas menengah terlihat naik hingga 126,7 dan simpanan tabungan turun hingga 94,8 hingga September 2024.
“Siapa yang punya uang dan bisa saving, ya middle upper dan upper. Ini yang menjelaskan kenapa melemah daya beli tapi ticket war-nya enggak kelar-kelar,” kata dia.

