Dapat Anggaran Rp 8 Triliun, Kemenkomdigi Fokuskan Operasional dan Pemeliharaan Infrastruktur Digital
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memastikan anggaran tahun depan senilai Rp 8 triliun akan difokuskan pada keberlanjutan program yang sudah berjalan. Hal ini ditegaskan Sekretaris Jenderal Kemenkomdigi, Ismail, menanggapi fokus pembangunan kementeriannya ke depan.
“Sebagian besar dari angka Rp 8 triliun itu porsinya untuk Bakti. Itu melanjutkan komitmen jangka panjang seperti Palapa Ring dan Satelit Satria I yang sudah berjalan,” ujar Ismail di Kantor Kemenkomdigi, Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Baca Juga
Wamenkomdigi Beberkan Peran Big Data untuk Akselerasi Transformasi Digital Daerah
Menurutnya, anggaran tersebut akan banyak terserap pada operasi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi, termasuk base transceiver station (BTS). Selain itu, dana tersebut juga mencakup belanja pegawai untuk sekitar 4.000 aparatur Kemenkomdigi di seluruh Indonesia, serta kebutuhan operasional kantor.
Meski begitu, Ismail mengakui alokasi tersebut masih terbatas bila dibandingkan kebutuhan aktual. Salah satunya adalah dukungan anggaran tambahan untuk Pusat Data Nasional (PDN) 1 di Cikarang yang sudah mulai beroperasi.
Kemenkomdigi juga berkomitmen memangkas pos-pos pemborosan dengan memanfaatkan teknologi digital, termasuk meminimalkan perjalanan dinas yang tidak mendesak. Namun, pengecualian tetap berlaku bagi unit kerja seperti pengawasan spektrum frekuensi radio yang memang harus turun ke lapangan hingga pelosok daerah.
Lebih lanjut, Ismail menegaskan arah kebijakan anggaran tidak lagi menitikberatkan pada pembangunan aset baru, melainkan pada optimalisasi infrastruktur yang sudah ada.
“Aset yang sudah dibangun jangan sampai mangkrak. Jadi mayoritas anggaran digunakan untuk maintenance, sementara pembangunan baru porsinya kecil,” ujarnya.
Baca Juga
Di sisi lain, Kemenkomdigi juga mendapat penugasan mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto, mulai dari sekolah rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, hingga makan bergizi gratis (MBG). Dukungan itu diwujudkan melalui penyediaan akses internet, pelatihan talenta digital, serta solusi digitalisasi di tingkat sekolah dan desa.
“Secara garis besar, dengan anggaran yang ada kami tetap mendukung program prioritas pemerintah, sambil memastikan keberlanjutan infrastruktur digital yang sudah terbangun,” kata Ismail.

