Realisasi Anggaran BKKBN Rp 2,65 Triliun, 68,72% dari Total Pagu 2025
Baca Juga
BKKBN Terima Pagu Indikatif Rp 3,2 Triliun, Ingin Bangun SuperApps Keluarga
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menyatakan, realisasi anggaran BKKBN hingga 11 September 2025 telah mencapai 68,72% atau sekitar Rp 2,65 triliun. Realisasi ini berasal dari pagu anggaran setelah efisiensi yang menjadi Rp 3,85 triliun, dari pagu awal Rp 4,4 triliun.
“Scara umum total realisasi per hari ini adalah 68,72% atau Rp 2,65 triliun. Dalam pelaksanaan anggaran 2025, pagu tahun 2025 sebesar Rp 4,4 triliun, kemudian berhasil efisiensi sebesar Rp 547,21 miliar menjadi Rp 3,85 triliun,” ujarnya, dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI, Senin (15/9/2025).
Menurut Wihaji, belanja terbesar di semester II 2025 akan diarahkan pada pemutakhiran data kependudukan, penyediaan alat dan obat kontrasepsi, sosialisasi program Bangga Bencana, serta intensifikasi kegiatan quick wins.
Baca Juga
BKKBN Terima Pagu Indikatif Rp 3,2 Triliun, Ingin Bangun SuperApps Keluarga
“Semua clear, tinggal realisasinya, kemudian sosialisasi program Bangga Kencana, intensifikasi kegiatan quick wins, dan harapan kami kita bisa hampir terserap 99%,” katanya.
Terkait outlook 2026, Wihaji menjelaskan bahwa berdasarkan Surat Edaran Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas, pagu anggaran awal yang ditetapkan sebesar Rp 3,34 triliun. Namun, setelah pembahasan dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR pada 11 September 2025, BKKBN memperoleh pagu alokasi anggaran sebesar Rp 3,64 triliun atau naik Rp 303 miliar.
“Tambahan anggaran non operasional sebesar Rp 75 miliar, kemarin mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp 303 miliar. Sehingga total anggaran non operasional sebesar Rp 378 miliar,” ucapnya.
Baca Juga
BKKBN Libatkan Jutaan Petugas Sosialisasikan Program Cek Kesehatan Gratis
Ia merinci, Program Dukungan Manajemen yang semula Rp 27,09 miliar naik menjadi Rp 41,23 miliar, sementara Program Bangga Kencana yang awalnya Rp 47,91 miliar melonjak menjadi R 336,80 miliar. Meski begitu, alokasi pagu tahun 2026 hasil Banggar masih lebih rendah Rp 215,04 miliar dibandingkan pagu alokasi tahun 2025.
“Tapi saya insyaAllah berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan yang sudah diberikan kepada kita,” ujar Wihaji.

