Prasasti, Lembaga Kajian Kebijakan Pemerintah Berbasis Data Berdiri di Indonesia
Jakarta, Investortrust.id – Perkembangan geopolitik dan ekonomi dunia yang dinamis sangat mempengaruhi Indonesia baik secara ekonomi maupun politik terlebih dengan era informasi digital yang sangat cepat dalam meraih target audiens. Transformasi digital global juga menjadi salah satu faktor dalam tersebarnya disinformasi dan misinformasi di dalam negeri. Dibutuhkan lembaga yang kredibel dalam menyajikan narasi yang akurat berbasis kajian dengan data dan perspektif yang mengedepankan kepentingan nasional.
Karena itu sejumlah cendekiawan nasional seperti Burhanuddin Abdullah dan Hashim Djojohadikusumo menginisiasi berdirinya Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) untuk menjawab tantangan geopolitik global dan kebutuhan akan kebijakan publik berbasis data. Tidak menggantikan lembaga pemerintah yang telah ada namun Prasasti didorong menjadi mitra strategis bagi pemangku kebijakan. Prasasti diresmikan di Jakarta, Senin (30/6/2025) dan dihadiri sejumlah tokoh seperti ekonom senior Chatib Basri, Gubernur BI 2003-2008 Burhanuddin Abdullah, pengusaha Hashim Djojohadikusumo, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, ekonom senior Gundy Cahyadi dan WKUK Kadin Indonesia Carmelita Hartarto.

