Lembaga Kajian Nawacita Optimistis IKN Bisa Serap Investasi US$35 Miliar
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Lembaga Kajian Nawacita (LKN) Komite Ibu Kota Nusantara (IKN) Revlie Orelius Mandagie optimistis IKN dapat menyerap total investasi sebesar US$35 miliar. Pernyataan ini disampaikan dalam The 10th Annual Indonesia Economic Forum yang diselenggarakan di The Habibie & Ainun Library, Jakarta, Kamis (30/11/2023).
Ketua LKN IKN itu menyebut angka US$35 miliar merupakan total yang dibutuhkan pemerintah dalam membangun ibu kota baru tersebut. Ia merasa yakin capaian tersebut dapat dikejar.
"Itu total investasi yang dibutuhkan. Dari sisi skema pembiayaan 20% APBN, 80% sektor swasta," ungkap Revlie.
Baca Juga
Pemerintah Targetkan Produksi Air Minum di IKN Capai 700 Liter per Detik
Pria yang juga menjabat Direktur Utama PT Inti Kreasindo Nusantara tersebut juga menjabarkan bagaimana skema pembiayaan yang dibutuhkan dalam pembangunan IKN.
"Sektor swasta ini dibagi lagi, 60% dari Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) dengan jaminan dari pemerintah. Nah 20% lainnya business to business, jadi langsung," terang Revlie.
Revlie menyebutkan hingga saat ini pendanaan pembangunan IKN masih difokuskan dari 20% total investasi yang bersumber dari APBN.
"Sekarang baru dari APBN, penerimaan dari investasi swasta sebenarnya sudah dibuka, sambil jalan ya kita membuka," tuturnya.
Baca Juga
Ia juga menambahkan, pihaknya tengah berusaha menjadi jembatan untuk investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri, agar investasi bisa tersalurkan ke upaya pembangunan IKN.
Sementara itu, ia juga menyebut saat ini pembangunan tengah difokuskan pada kawasan inti pemerintahan.
Rencananya Presiden Joko Widodo akan menggelar upacara peringatan kemerdekaan RI pertama kali di IKN pada Agustus 2024 mendatang.
"Kawasan inti pemerintahan yang sementara berproses capaiannya sudah di atas 50%. Karena target Agustus 2024 akan mulai peringatan hari kemerdekaan di IKN," ujar Revlie. (CR-1)

