Legislator Dorong Penguatan Proteksi Pekerja di Tengah Potensi Dampak Konflik Global
JAKARTA, Investortrust.id -- Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani menyoroti potensi dampak konflik Israel-Iran terhadap pekerja di Indonesia. Untuk itu dirinya mendukung pemerintah untuk segera melakukan langkah antisipatif.
"Kita memahami bahwa situasi geopolitik global bisa membawa dampak yang luas pada sektor ketenagakerjaan. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, termasuk legislatif dan eksekutif, untuk terus berkoordinasi agar perlindungan bagi pekerja semakin kuat," kata Netty, dalam keterangannya, Kamis (26/6/2025).
Netty menilai perlu adanya penguatan perlindungan bagi pekerja Indonesia. Khususnya di sektor ekspor dan informal yang berisiko tinggi terdampak dinamika global.
"Adanya program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) merupakan bentuk mitigasi terhadap risiko PHK. Namun, pelaksanaannya ke depan harus semakin tepat sasaran dan menjangkau pekerja dari berbagai sektor," ujarnya.
Netty meminta agar program JKP tidak hanya memberikan bantuan tunai, tetapi juga akses pelatihan kerja dan penempatan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Menurutnya harus ada kolaborasi yang kuat antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Dinas Tenaga Kerja di daerah dalam proses pemantauan dan penanganan kasus-kasus PHK, agar tidak terjadi keterlambatan respons.
Netty juga meminta agar pemerintah menaruh perhatian khusus pada kelompok pekerja rentan yang sering kali tidak tercakup dalam skema perlindungan formal. Ia berharap langkah-langkah yang sudah disiapkan pemerintah bisa terus disempurnakan dengan sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan.
"Perlu ada upaya bersama untuk menjangkau mereka yang selama ini belum terlindungi, seperti buruh harian, pekerja informal, dan mereka yang belum terdaftar dalam sistem ketenagakerjaan. Karena perlindungan tenaga kerja adalah bagian dari upaya menjaga kesejahteraan keluarga Indonesia," katanya. (Febrianto Adi Saputro)

