Legislator Minta Pemerintah Waspadai Badai PHK Dampak Perang Timur Tengah,
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id -- Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani mendorong pemerintah melakukan antisipasi terhadap potensi badai pemutusan hubungan kerja (PHK) imbas dinamika geopolitik di Timur Tengah.
Ia meminta pemerintah memperkuat langkah mitigasi ekonomi guna melindungi sektor ketenagakerjaan dari dampak dinamika geopolitik di Timur Tengah.
Netty menekankan pentingnya strategi "sedia payung sebelum hujan" agar stabilitas industri domestik tetap terjaga. “Eskalasi ketegangan antara AS-Israel dan Iran berpotensi mempengaruhi rantai pasok energi global yang berdampak pada kenaikan biaya produksi manufaktur di dalam negeri. Hal ini dikhawatirkan dapat menekan efisiensi perusahaan jika tidak diantisipasi sejak dini,” kata Netty dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/3/2026).
Menurutnya pemerintah perlu mencermati dampak kenaikan harga energi terhadap sektor industri strategis, seperti petrokimia yang memasok bahan baku bagi banyak industri manufaktur lainnya. Jika sektor hulu terdampak, maka dipastikan akan memberi efek hingga ke hilir.
Baca Juga
KSPI Nilai Perang AS-Israel vs Iran Bakal Picu Gelombang PHK Besar-besaran di Indonesia
Ia memandang, stabilitas sektor hulu krusial untuk mencegah potensi penyesuaian tenaga kerja atau pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Fokus utama kita adalah memastikan roda industri tetap berputar sehingga lapangan kerja tetap aman. Pemerintah perlu memperkuat dialog tripartit antara pengusaha dan buruh untuk merumuskan solusi bersama yang saling menguatkan," ujarnya.
Netty juga meminta pemerintah memastikan kesiapan jaring pengaman sosial ketenagakerjaan, seperti Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), agar tetap responsif sebagai bantalan bagi masyarakat di tengah situasi global yang dinamis. Melalui sinergi yang solid, dirinya berharap dampak ekonomi global dapat dilalui tanpa mengganggu kesejahteraan para pekerja.
"Diplomasi yang kuat di luar negeri harus dibarengi dengan ketahanan ekonomi yang kokoh di dalam negeri," ucap Netty.

