Forum Lintas Generasi Serukan Negara Jamin Pemilu 2024 Jujur dan Adil
JAKARTA, investortrust.id - Ratusan aktivis, tokoh antikorupsi, pers, pengajar, dan guru besar yang tergabung dalam Forum Lintas Generasi menyerukan negara menjamin Pemilu 2024 berjalan jujur dan adil. Seruan ini diinisasi Forum Lintas Generasi yang menggelar mimbar akademik terbuka di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Senin (27/11/2023).
“Kami mengajak seluruh rakyat Indonesia agar berani bersuara jujur dan jernih dalam menghadapi pemilu demi menghidupkan kembali budaya yang mengutamakan kemaslahatan umum, bukan kepentingan sempit elite politik,” kata Direktur Pascasarjana STF Driyarkara, Karlina Supelli dalam keterangan, Selasa (28/11/2023).
Tuan rumah forum ini adalah Ketua STF Driyarkara, Simon Petrus Lili Tjahjadi, Ketua Ikatan Alumni Driyarkara, Yustinus Prastowo, Ketua Dewan Pembina Nurcholish Madjid Society Omi Komaria Madjid, Guru Besar Antropologi Hukum Universitas Indonesia Sulistyowati Irianto, Wakil Ketua KPK 2003-2007 Erry Riyana Hardjapamekas, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, sastrawan Goenawan Mohamad, Ketua Senat Mahasiswa STF Driyarkara Adrianus Lambu, Poros Anak Muda Sosia Politika Acep Jamaludin, dan Rublikpol UIN Jakarta Alan Pasaribu serta dimoderasi oleh inisiator Maklumat Juanda Alif Iman.
Baca Juga
Anies dan Gus Imin Tekankan Integritas dalam Pemilu dan Integrasi Bangsa
Forum ini juga diisi dengan pernyataan sejumlah tokoh, seperti Ketua AJI Sasmito Madrim, tokoh pers Arif Zulkifli, pengajar Yanuar Nugroho, Salman Alfathan dari Bijak Memilih. Turut hadir psikolog Tika Bisono dan mantan Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki. Mimbar ini diikuti juga melalui daring oleh puluhan guru besar, tokoh pendidikan, seniman, aktivis, dan wartawan.
Melalui forum tersebut, ratusan tokoh tersebut membuat seruan yang dinamakan Seruan Jembatan Serong. Dalam seruannya, forum lintas generasi tersebut mengingatkan nasib demokrasi Indonesia sedang dipertaruhkan, apakah akan berjalan sesuai dengan cita-cita proklamasi dan dasar Pancasila, atau menjadi ajang permainan politik dinasti dan oligarki. Mereka menyatakan,
"Demokrasi kita kehilangan adab karena penguasa memanipulasi lembaga negara untuk kepentingan politik keturunannya. Praktik ini memprihatinkan dan mengingatkan kita kepada amanat reformasi, yakni penghapusan korupsi, kolusi dan nepotisme. Ini berarti spirit republik hilang dalam penyelenggaraan negara. Politik dipertontonkan tanpa peduli pada kepantasan etik dan moral bangsa demi kelanjutan kekuasaan," tulis Seruan Jembatan Serong.
Untuk itu, ratusan tokoh tersebut menyerukan dan bertekad menegakan negeri yang adil dan merdeka, yang menyediakan kesempatan yang setara kepada tiap putra-putri Indonesia, tanpa nepotisme, tanpa kelompok, dan keluarga dengan hak-hak istimewa.
"Kami meminta seluruh lembaga tinggi negara menjamin pemilu yang jujur dan adil," tegas mereka.
Baca Juga
KPU Yakin Gesekan di Pemilu 2024 Tidak Akan Keras, Ini Alasannya
Mereka juga menolak keras penyusutan kekuasaan ke tangan eksekutif, perusakan batas-batas tegas dan pemisahan kekuasaan, persekongkolan para elite politik, aparatur, dan lembaga-lembaga negara bagi kepentingan-kepentingan orang atau kelompok tertentu dalam penyelenggaraan Pemilu 2024. Para tokoh itu juga menolak peremehan terhadap kaum muda sebagai kelompok dangkal, dan apatis.
"Yang hanya bisa lucu-lucu atau gemoy. Anak muda adalah salah satu pilar kemajuan bangsa. Kami menganggap anak muda sebagai bagian penting dalam perjuangan serius menyelamatkan demokrasi, yang tidak apatis, yang bisa mencetuskan perubahan," kata para tokoh itu.
Mereka menuntut Pemilu 2024 memberikan pendidikan politik yang sehat bagi kaum tua dan muda. Indonesia yang adil dan beradab lima tahun ke depan dimulai dari kesadaran dan praktik pemilu yang jujur dan jernih di atas gagasan yang bernas, bukan hanya ajang meraup suara di atas kertas.
"Kami menyerukan kepada seluruh anggota masyarakat untuk aktif mengawal dan mengawasi proses pemilihan umum dengan segala sarana dan perangkat yang dimiliki," katanya.
