Kunjungi JATSC, Menhub Apresiasi Kembalinya FIR Kepri dan Natuna
TANGERANG, investortrust.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengapresiasi kembalinya pengaturan ruang udara atau flight information region (FIR) Kepualauan Riau dan Natuna ke tangan Indonesia melalui perjanjian dengan pemerintah Singapura pada 21 Maret 2024. Dengan perjanjian ini, Indonesia melalui Airnav mengendalikan sendiri ruang udara Kepri dan Natuna yang masuk ke dalam FIR Jakarta.
Apresiasi itu disampaikan Budi Karya saat mengunjungi Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (12/4/2024).
“Ruang udara Kepri dan Natuna itu sudah dikendalikan dari FIR Jakarta. Selamat untuk Airnav bisa menjalankan amanah itu. Lebih keren lagi, yang mengendalikan itu dari ruang operasional adalah wanita. Top, wanita-wanita Indonesia sangat tangguh,” kata Menhub Budi Karya dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat (12/4/2024).
Baca Juga
Menhub Cek Arus Balik Lebaran 2024 di Bandara Soekarno-Hatta
Diketahui, negosiasi FIR dengan Singapura telah dilakukan sejak 1995. Sejak saat itu, penerbangan domestik dari Jakarta ke Natuna misalnya, harus melakukan kontak navigasi dengan penerbangan Singapura ketika memasuki Kepri. Sedangkan pada penerbangan internasional misalnya dari Hongkong ke Jakarta, saat melintas di atas Kepulauan Natuna harus melakukan kontak navigasi penerbangan Singapura untuk setelahnya dilayani AirNav Indonesia. Setelah dilakukan pengaturan ulang FIR, kedua pesawat tadi akan langsung dilayani AirNav Indonesia dan tidak perlu ke Singapura.
Budi Karya mengatakan pemerintah akan berupaya maksimal untuk memastikan pengelolaan ruang udara Indonesia berlangsung selamat, efektif, serta sesuai kepentingan nasional dan memenuhi pelayanan jasa penerbangan sipil berstandar internasional. Budi Karya optimistis, pengalihan FIR akan berdampak positif bagi Indonesia, khususnya dalam hal penerimaan negara. Hal ini karena Indonesia akan mulai menikmati peningkatan pendapatan negara dari biaya pelayanan jasa navigasi penerbangan yang diberlakukan pada daerah tambahan FIR Jakarta tersebut.
Dalam kesempatan ini, Menhub Budi Karya Sumadi turut mengecek pergerakan penumpang dan pesawat pada masa arus balik Lebaran 2024 di Bandara Soekarno-Hatta. Penerbangan saat arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta mencapai titik tertinggi pada H-4 atau 6 April 2024 dengan 1.236 penerbangan take off dan landing dan 187.750 penumpang. Sementara untuk pascalebaran hingga Jumat (12/4/2024) atau H+1 Lebaran 2024, titik tertinggi terjadi pada 11 April 2024 atau hari kedua Lebaran 2024, yakni 843 penerbangan dengan 121.325 penumpang.
“Di sini pergerakan sudah mencapai 1.236 mendekati tahun 2019 sebesar 1.280. Kejutannya adalah jumlah penumpangnya lebih besar. Kalau di Jakarta lebih besar 101% dibandingkan 2019 sedangkan di Bali 104%. Ini tidak mungkin terjadi jika kita tidak melakukan kolaborasi,” kata Budi Karya.
Melihat angkat tersebut, Menhub meminta semua pihak kembali berkolaborasi mewujudkan mudik yang berkeselamatan menjelang puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada Minggu (14/4/2024) hingga Senin (15/4/2024) mendatang.
“Saya hanya mengingatkan bahwa biasanya arus balik ini masalahnya di bagasi karena jumlah pergerakan yang akan datang hari Senin (15/4/2024) itu pasti melebihi 1.236, saya menduga ini akan sampai 1.250. Jadi semua maskapai harus mempersiapkan diri,” kata Menhub.
Kemudian, untuk memaksimalkan pergerakan pesawat, Menhub meminta kepada AirNav Indonesia untuk mengoptimalkan ketiga runway Bandara Soekarno-Hatta dengan runway kedua dan ketiga harus dapat landing bersama-sama.
“Apabila semua instrumen dilaksanakan pergerakan pesawat bisa 110 per jam. Sekarang baru 87 dan menuju ke arah situ, tetapi dengan 87 pergerakan per jam pun sudah bisa mengakomodasi 1.236 sehari. Itu luar biasa," ucap Menhub.
Baca Juga
Libur Lebaran, TMII Gelar Festival Pulang Kampung hingga 15 April 2024
Untuk menghindari kepadatan pada arus balik, Budi Karya menganjurkan pemudik untuk kembali lebih awal. Selain itu, Budi Karya dan jajaran Kemenhub juga telah mempersiapkan beberapa skenario untuk mengantisipasi apabila kepadatan tetap terjadi.
“Kalau arus balik itu berbeda dengan mudik, yaitu sentripetal atau menuju ke satu titik yakni Jakarta, bukan menyebar seperti mudik. Pemerintah telah menyiapkan skenario untuk mengantisipasinya. Satu lagi untuk arus balik saya minta kepolisian lakukan penegakan hukum seperti merazia travel gelap,” tutur Menhub.
Turur hadir pada kegiatan tersebut Direktur Utama Airnav Polana B. Pramesti, Presiden Direktur Lion Grup Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi, serta Direksi InJourney dan Angkasa Pura II.

