Makan Bergizi Gratis untuk Santri, BGN Akan Sulap Pesantren Jadi SPPG
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, menjelaskan mekanisme pemberian makan bergizi gratis (MBG) untuk para santri di lingkungan pesantren. Ia mengatakan nantinya BGN akan hadir mengelola program MBG untuk santri, tetapi fasilitas pendukung lainnya tetap disediakan oleh pesantren.
Untuk mewujudkan program tersebut, nantinya BGN akan menyulap pesantren sebagai dapur MBG atau yang dikenal sebagai satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
"Dapur pesantren yang di Lamongan, kemudian di Persis, Cirebon, di Kudus, itu dapur yang kita upgrade kualitasnya kemudian dijadikan SPPG," kata Dadan kepada awak media seusai menghadiri halalbihalal Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (24/4/2025).
Baca Juga
Legislator Imbau Evaluasi Program MBG Buntut Puluhan Siswa di Cianjur Keracunan
Dadan pun turut menjelaskan teknis pemenuhan gizi bagi pondok pesantren yang biasanya menyediakan fasilitas makan tiga kali sehari untuk para santrinya. Ia menyebut BGN hanya akan menyediakan pemenuhan gizi untuk makan siang.
"Kalau mereka (pesantren) makan tiga kali, maka yang siang di-handle oleh BGN," sebutnya.
BGN membuka opsi untuk membuat skema adanya pesantren sebagai SPPG sentral yang akan turut melayani para santri di pesantren lainnya yang terdekat. Skema ini menurutnya menjadi alternatif untuk mengatasi apabila adanya pesantren yang tidak memenuhi kualifikasi dijadikan sebagai SPPG.
"Nanti ada dapur yang sentral, nanti pesantren yang sedikit di-support dari yang sentralnya itu," jawabnya.
Diketahui, dalam agenda halalbihalal dan silaturahmi nasional ormas-ormas Islam tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana turut menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Ketua Umum MUI Anwar Iskandar terkait pelaksanaan program MBG di lingkungan pesantren.
Di lokasi yang sama, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meminta BGN memperhatikan kualitas gizi yang akan diberikan kepada santri nantinya. Ia berharap agar adanya kasus seperti keracunan akibat MBG di sejumlah daerah tidak terjadi di pesantren.
"Ini (MBG) kan baru pertama kita lakukan dalam di republik ini ya, mudah-mudahan dalam waktu dekat tidak terjadi pengulangi, Insyaallah kita sama-sama mengawasi jalannya," ungkap Nasaruddin.
Baca Juga
Pemerintah Siapkan Penyaluran 1.000 Rumah Subsidi bagi Karyawan Dapur MBG
Senada dengan Menag Nasaruddin, Wakil Presiden (Wapres) ke-13 RI Ma'ruf Amin berharap MBG di pesantren dapat terlaksana sehingga para santri mendapat makanan yang bergizi. Ma'ruf Amin juga berharap tidak ada lagi kasus keracunan dalam pelaksanaan MBG, termasuk di pesantren. Ia pun mengimbau BGN dan pengelola pesantren untuk memperhatikan selera dari para santri terhadap makanan yang dihidangkan.
"Jadi bagaimana dia bergizi, kedua adalah aman, jangan sampai ada keracunan, yang ketiga juga mengundang selera agar anak-anak mau menyantapnya," kata Ma'ruf.

