KSPI Sarankan Pemerintah Renegosiasi Neraca Perdagangan dengan AS
JAKARTA, Investortrust.id -- Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyarankan pemerintah melakukan renegosiasi perdagangan dengan pemerintah Amerika Serikat (AS). Usulan tersebut disampaikan Presiden KSPI Said Iqbal menyusul kebijakan tarif resiprokal atau timbal balik dari Amerika Serikat (AS) yang diumumkan Presiden AS Donald Trump beberapa waktu lalu.
"Ya, renegosiasi terhadap neraca perdagangan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Amerika," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers, Sabtu (5/4/2025).
Ia memahami renegosiasi perdagangan bukanlah domain serikat buruh lagi. Untuk itu, usulan tersebut disampaikan Said Iqbal kepada Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad agar bisa disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Beliau (Dasco) menangkap positif," ucapnya.
Ia pun mencontohkan bagaimana renegosiasi perlu dilakukan kedua negara. Salah satunya adalah dengan menggunakan bahan baku dari Amerika Serikat.
"Kalau enggak salah, dalam kebijakan tarif Trump itu, kalau dikenakan tarif oleh Amerika terhadap produk suatu negara, sepanjang negara tersebut atau perusahaan tersebut yang berada dalam satu negara menggunakan bahan baku dari Amerika, itu bisa pengurangan tarif," ujarnya.
Ia menyebut selama ini perusahaan, tekstil, garmen, dan sepatu menggunakan bahan baku kapas yang berasal dari China dan Brazil. Menurutnya Indonesia bisa mengganti bahan baku dari dua negara tersebut ke Amerika Serikat.
"Kan bisa dipindahkan ke Amerika. Selama ini tekstil, garmen, itu kapasnya dari bahan baku untuk benang dan sebagainya, itu dari Brazil dan China. China kalau saya enggak salah US$ 6,5 miliar, besar sekali. Kurangi sedikit ya supaya neracanya lebih balance," ungkapnya. (C-14)

