Cak Imin Pertanyakan Utang untuk Alat Perang, TKN: Tidak Paham Geopolitik
JAKARTA, investortrust.id - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menanggapi pernyataan cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang mempertanyakan kebijakan pemerintah membeli persenjataan padahal tidak ada perang. Wakil Komandan Tim Hukum TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman menilai pernyataan itu menunjukkan Cak Imin tidak memahami geopolitik dan geostrategis.
"Itu menunjukkan ketidakpahaman Pak Muhaimin soal geopolitik dan geostrategis," kata Habiburokhman di kantor Bawaslu Jakspus, Rabu (3/1/2024).
Baca Juga
Ditekankan, membeli persenjataan tidak seperti membeli mi instan di minimarket. Pengadaan persenjataan membutuhkan perencanaan dan penganggaran yang matang.
"tu dia jadi kalau kita perang, kita perlu senjata. Beli senjata itu enggak seperti beli mi ke minimarket, ya kan. Ada duit belum tentu bisa beli," katanya.
Habiburokhman mengingat pernyataan Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) saat debat capres pada Pilpres 2014 silam. Saat itu, JK menyebut tidak akan ada perang di dunia dalam waktu 20 tahun mendatang. Namun, nyatanya saat ini terjadi perang antara Rusia dan Ukraina serta perang Hamas dan Israel.
"Dulu orang bilang enggak akan mungkin ada perang, ingat enggak? Pada debat capres dulu, Pak JK kalau enggak salah yang ngomong, 20 tahun ke depan, 30 tahun ke depan enggak akan ada perang di dunia. Meletus Ukraina, meletus Hamas dan Israel," katanya.
Baca Juga
Cak Imin ingin Bangun 40 Kota Selevel Jakarta, Bahlil: Lebih Mahal Dibanding Bangun IKN
Sebelumnya, saat berdialog dengan kelompok petani di Soreang, Kabupaten Bandung, Cak Imin merasa heran dengan kondisi negara yang lebih memilih berutang untuk membeli alat perang ketimbang alat pertanian.
"Kita enggak perang, kenapa kebanyakan utang beli alat perang? Lebih baik utang untuk beli alat pertanian. Buat apa kita utang ratusan triliun tetapi tidak untuk sesuatu yang nyatanya tak dibutuhkan? Nyatanya kita butuh pangan," kata Cak Imin, Rabu (3/1/2024).

