Cak Imin Klaim Berhasil Satukan Sistem Data Sosial Ekonomi Nasional
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyebut pihaknya berhasil menuntaskan penyatuan data sosial ekonomi nasional ke dalam data tunggal masyarakat Indonesia.
"Saya sendiri hari ini sebagai Menteri Koordinator bersama berbagai kementerian baru saja menuntaskan apa yang selama ini gagal kita lakukan, yaitu membuat data tunggal masyarakat Indonesia," katanya saat memberikan sambutan kunci dalam diskusi panel bersama Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Mayapada Tower, Jakarta, Selasa (11/2/2025).
Diketahui yang dimaksud oleh Cak Imin adalah penuntasan sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Adapun data tersebut dapat dituntaskan baru-baru ini oleh pemerintahan era Prabowo, di mana Badan Pusat Statistik (BPS) berperan sebagai leading sector. Selain BPS, Kemenko PM bersama kementerian-kementerian teknis di bawahnya, seperti Kementerian Sosial (Kemensos) turut berperan terhadap integrasi data tersebut.
"Kita pernah gagal membuat pseudo-identity data, kita juga pernah gagal dalam mencoba menyatukan data-data dari berbagai sektor yang berbeda-beda. Hari ini kita sebagai bangsa telah berhasil menyatukan semua perbedaan data-data ini," ungkapnya.
Cak Imin mengungkap melalui DTSEN pemerintah akan mengintegrasikan data-data masyarakat yang sebelumnya tercecer di berbagai sektor dan kementerian/lembaga. Melalui DTSEN ini, Cak Imin sesumbar ke depan tidak akan ada kembali permasalahan seperti ditemukannya KTP ganda pada sistem data perlindungan sosial (perlinsos).
"Ke depan tidak ada lagi yang namanya KTP ganda. Bahkan kita sempat menemukan KTP non-aktif. tidak aktif sama sekali hingga puluhan juta," ungkapnya.
Baca Juga
Dengan adanya DTSEN sebagai pangkalan data tunggal, Cak Imin menyebut hal ini sekaligus menandakan adanya era baru pemanfaatan teknologi terhadap program-program pemerintah. Menurutnya saat ini pemerintah Indonesia sudah harus siap dengan adanya berbagai jenis kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Kita memasuki sebuah era dimana akhirnya membutuhkan AI untuk menjadi bagian integral dari era percepatan, memanfaatkan seluruh teknologi bagi upaya kita berperan lebih produktif terutama pemerintah dalam melayani seluruh kebutuhan masyarakat kita," ungkapnya.
Sebelumnya salah satu kementerian teknis di bawah Kemenko PM, yakni Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkap tengah menyiapkan pemutakhiran data bantuan sosial (bansos) yang merujuk pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Adapun sistem DTSEN sendiri tengah dalam tahap finalisasi.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat, mengemukakan pihaknya saat ini tengah melakukan mitigasi.
"Kami akan menyiapkan mitigasinya, jika di kemudian hari ada orang yang memang perlu mendapatkan perhatian kita, tetapi belum masuk data. Jadi peluang itu dibuka terus," kata Mensos Saifullah Yusuf usai rapat koordinasi (rakor) bersama DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/2025) dikutip dari Antara.
Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul menjelaskan mitigasi diperlukan karena DTSEN bersifat dinamis, sehingga butuh dilakukan verifikasi dan validasi secara berkala agar bantuan yang diberikan kepada masyarakat bisa tepat sasaran.
"Ada verifikasi, validasi, sebab data ini sangat dinamis. Setiap hari ada yang wafat, ada yang lahir, dan tiap hari ada yang pindah tempat, jadi ini memang harus divalidasi," ujar Gus Ipul.

