Erick Thohir Harap Bali International Hospital Dapat Diresmikan Prabowo pada Juni 2025
JAKARTA, investortrust.id - Menteri BUMN, Erick Thohir berharap Bali International Hospital dapat diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2025. Hal itu disampaikan Erick saat mengecek Rumah Sakit Bali International Hospital (RS BIH).
"Semoga Bali International Hospital ini dapat diresmikan oleh Bapak Presiden Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto pada bulan Juni 2025," kata Erick dalam keterangannya, Sabtu (8/2/2025).
Baca Juga
Dari 0% akan Kena PPN 12% Berobat ke RS Premium dan Sekolah Internasional, Ekonom Pertanyakan
Erick mengaku tak bosan mengecek dan mendorong kesiapan Bali International Hospital agar Indonesia segera memiliki layananan kesehatan kelas dunia. Saat ini, kata Erick, alat kesehatan sudah terpasang 100%. Selain itu, Bali International Hospital juga telah merekrut 258 pegawai, baik yang berasal dari Bali, wilayah lain di Indonesia maupun mancanegara.
"Dokter-dokter diaspora juga telah siap untuk memberikan layanan kesehatan yang optimal," katanya.
Pengecekan kesiapan Bali International Hospital ini bukan yang pertama dilakukan Erick Thohir. Sebelumnya, Erick meninjau progres pembangunan Bali International Hospital pada 21 November 2024 lalu. Bali International Hospital yang merupakan rumah sakit flagship di bawah naungan Indonesia Healthcare corporation (IHC) dirancang untuk mendukung pariwisata kesehatan di KEK Kesehatan Sanur, Bali.
“BIH hadir untuk menjawab tantangan ini. Rumah sakit ini tidak hanya bertujuan untuk menyediakan layanan medis unggul, tetapi juga untuk mengurangi ketergantungan masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri. Selain itu, BIH berperan penting dalam menarik kembali dokter-dokter diaspora untuk berkontribusi dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional," ujar Erick saat itu dikutip dari Instagram @bali_internationalhospital.
Baca Juga
Direktur Utama IHC, Lukman Ma’ruf, menegaskan pembangunan BIH menjadi tonggak transformasi layanan kesehatan di Indonesia. Tak hanya sekadar rumah sakit, BIH akan menjadi katalisator perubahan dalam ekosistem kesehatan dan pariwisata Indonesia.
"Dengan mengusung standar internasional, BIH dirancang untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan layanan kesehatan lokal, tetapi juga untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan dalam medical tourism global,” ujar Lukman.
Dengan luas bangunan mencapai 50.000 meter persegi, BIH juga dilengkapi teknologi canggih seperti Brachytherapy, MRI 1.5 dan 3 Tesla, 256 Slice CT scan, dan Linac untuk radioterapi, serta menghadirkan area hijau yang memberikan pengalaman holistik dalam pemulihan pasien.

