Periksa Sandra Dewi, Kejagung Telusuri Dana Hasil Korupsi Timah
JAKARTA, investortrust.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa artis Sandra Dewi untuk menelusuri aliran uang hasil korupsi tata niaga timah di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk yang dilakukan suaminya, Harvey Moeis. Melalui pemeriksaan terhadap Sandra Dewi, Kejagung bakal memetakan aset yang berkaitan dengan korupsi timah dan tidak.
"Dalam rangka untuk memilah mana yang diduga ada kaitannya dengan tindak pidana yang diduga dilakukan Saudara HM (Harvey Moeis), mana yang tidak terkait," kata Direktur Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Kuntadi di gedung Kejagung, Jakarta, Kamis (4/4/2024).
Baca Juga
Hadiri Pemeriksaan Korupsi Timah di Kejagung, Sandra Dewi: Doakan Ya
Kuntadi menjelaskan Sandra Dewi dianggap sebagai salah satu saksi yang mengetahui aliran uang panas yang dihasilkan oleh Harvey Moeis dari korupsi timah. Untuk itu, keterangan Sandra Dewi sangat diperlukan untuk memetakan aset dan rekening mana saja yang dapat disita kejaksaan sebagai barang bukti.
"Diharapkan kita tidak lakukan tindakan yang salah dalam penyitaan, jadi ada memilah dan memilih saja," kata Kuntadi.
Saat ditanya berapa jumlah rekening dan aset lain yang diperkirakan akan disita kejaksaan, Kuntadi belum dapat menjelaskan secara detail. Kuntadi pun belum mengungkap kemungkinan adanya saksi lain yang akan diperiksa.
"Nanti ya, lengkapnya nanti," kata dia.
Dalam mengusut kasus ini, penyidik Jampidsus Kejagung telah menggeldah rumah Harvey Moeis dan Sandra Dewi pada Senin (1/4/2024) kemarin. Dari penggeledahan itu, tim penyidik , penyidik Jampidsus menyita dua unit mobil mewah, yakni satu unit mobil Rolls Royce warna hitam, dan mobil Mini Cooper S Countryman F60 warna merah dengan nomor polisi tertulis B 883 SDW.
Mobil Rolls Royce diketahui merupakan hadiah ulang tahun yang diberikan Harvey Moeis kepada Sandra Dewi yang dipublikasikan oleh mereka di sosial medianya.
Selain dua mobil mewah, tim penyidik juga menemukan sejumlah barang lainnya. Namun, tim ahli masih memverifikasi keaslian barang-barang itu sehingga belum disita.

