Pendekatan Kultural Jadi Ujung Tombak Upaya Pengentasan Kemiskinan
JAKARTA, Investortrust.id - Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika Yudi Latif mengungkapkan bahwa hal paling sulit dalam upaya pengentasan kemiskinan adalah mengubah budaya kemiskinan di masyarakat. Oleh karena itu, salah satu program yang digulirkan Dompet Dhuafa pada tahun ini, yakni program pendekatan budaya untuk pemberdayaan masyarakat.
"Jadi pendekatan kultural harus menjadi ujung tombak untuk mengubah mentalitas," kata Yudi di Jakarta, Kamis (23/1/2025).
Baca Juga
Dompet Dhuafa Ajak Semua Pihak Bergotong Royong Entaskan Kemiskinan
Yudi mengungkapkan, sebelum program pemberdayaan maupun intervensi pengembangan ekonomi rakyat, Dompet Dhuafa mendahulukan perbaikan mentalitas dan visi pandangan tentang hidup melalui pendekatan budaya. Upaya tersebut terinspirasi dari Taiwan yang melibatkan antropolog sebelum membuka industri.
"Para antropolog meneliti perilaku masyarakat seperti apa, kebiasaannya seperti apa, baru dia pikirkan kira-kira industri atau pengembangan ekonomi seperti apa yang cocok untuk masyarakat seperti itu," ungkapnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya tata kelola oleh negara. Menurut Yudi, negara seharusnya menempatkan kekuatan masyarakat sebagai partner. Ia menilai ada banyak hal yang baik yang dilakukan filantropi.
Baca Juga
IMF Apresiasi Kemampaun Indonesia Tingkatkan PDB dan Menurunkan Kemiskinan
Yudi menambahkan, kelebihan filantropi adalah memiliki kemampuan lebih terlatih dalam manajemen mikro. Selain itu, filantropi punya jam terbang banyak dan perangkat pemberdayaan yang lebih efisien.
"Jadi mungkin ke depan pemerintah buat regulasi-regulasi yang tepat guna, tetapi saat yang sama membuka peran serta berbagai lembaga yang terbiasa di dalam pemberdayaan komunitas," ucapnya. (C-14)

