Indonesia-Inggris Kerja Sama Perkuat Transformasi Digital dan Pemanfaatan AI
Editor | Fajar Widhiyanto
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjalin kemitraan strategis dengan Kementerian Luar Negeri Parlemen Indo-Pasifik Inggris untuk memperkuat transformasi digital hingga pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kerjasama ini juga membahas langkah-langkah mengatasi misinformasi dan disinformasi. Nezar menjelaskan, Indonesia telah menerapkan pendekatan terpadu melalui pendidikan, pemantauan konten, dan penegakan hukum untuk menangani tantangan ini.
“Kami membangun strategi komprehensif untuk melindungi masyarakat dari penyebaran informasi palsu,” tambahnya.
Kerja sama di bidang teknologi juga mencakup pengembangan strategi nasional dan pedoman etika untuk penggunaan AI di sektor bisnis. Indonesia membuka peluang kolaborasi dalam investasi infrastruktur digital, seperti proyek Satelit Republik Indonesia (SATRIA)-2. Satelit kembar berkapasitas 300 Gbps ini membutuhkan investasi konstruksi sebesar US$ 860 juta.
Wamen Komdigi menegaskan, kemitraan ini sejalan dengan Visi Indonesia Digital 2045 yang mencakup pembangunan infrastruktur digital, ekonomi digital yang dinamis, tata kelola yang inklusif, serta masyarakat digital yang berdaya.
“Kolaborasi ini tidak hanya membawa manfaat bagi Indonesia dan Inggris, tetapi juga bagi kawasan Indo-Pasifik secara keseluruhan,” jelasnya. (C-13)
Nota kesepahaman ini ditandatangani oleh Wakil Menteri (Wamen) Komdigi Nezar Patria dan Wakil Menteri Luar Negeri Parlemen Indo-Pasifik Inggris, Catherine West di Jakarta, Selasa (21/1/2025).
Nezar menekankan pentingnya kemitraan ini untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan, pertahanan, dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Salah satu fokus utama adalah menjembatani kesenjangan digital di Indonesia dengan mendorong akses teknologi yang merata di seluruh wilayah.
“Kami bertujuan memastikan inklusi digital sehingga seluruh masyarakat dapat memanfaatkan teknologi dengan adil,” ujar Nezar.
Nezar menekankan pentingnya kemitraan ini untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan, pertahanan, dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Salah satu fokus utama adalah menjembatani kesenjangan digital di Indonesia dengan mendorong akses teknologi yang merata di seluruh wilayah.
“Kami bertujuan memastikan inklusi digital sehingga seluruh masyarakat dapat memanfaatkan teknologi dengan adil,” ujar Nezar.
Kerjasama ini juga membahas langkah-langkah mengatasi misinformasi dan disinformasi. Nezar menjelaskan, Indonesia telah menerapkan pendekatan terpadu melalui pendidikan, pemantauan konten, dan penegakan hukum untuk menangani tantangan ini.
“Kami membangun strategi komprehensif untuk melindungi masyarakat dari penyebaran informasi palsu,” tambahnya.
Kerja sama di bidang teknologi juga mencakup pengembangan strategi nasional dan pedoman etika untuk penggunaan AI di sektor bisnis. Indonesia membuka peluang kolaborasi dalam investasi infrastruktur digital, seperti proyek Satelit Republik Indonesia (SATRIA)-2. Satelit kembar berkapasitas 300 Gbps ini membutuhkan investasi konstruksi sebesar US$ 860 juta.
Wamen Komdigi menegaskan, kemitraan ini sejalan dengan Visi Indonesia Digital 2045 yang mencakup pembangunan infrastruktur digital, ekonomi digital yang dinamis, tata kelola yang inklusif, serta masyarakat digital yang berdaya.
“Kolaborasi ini tidak hanya membawa manfaat bagi Indonesia dan Inggris, tetapi juga bagi kawasan Indo-Pasifik secara keseluruhan,” jelasnya. (C-13)
