Gibran: Mungkin Gus Muhaimin Dapat Contekan dari Pak Tom Lembong
JAKARTA, investortrust.id - Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka menyebut cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mendapat contekan dari mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong yang kini menjadi Co-Captaim Tim Pemenangan Nasional Anies-Cak Imin (Timnas Amin). Pernyataan itu disampaikan Gibran merespons pernyataan Cak Imin terkait pembangunan bioregional.
Mulanya, Cak Imin menanyakan kepada Gibran mengenai strategi dalam pembangunan berbasis bioregional agar keadilan iklim, sosial, dan ekologi terjaga. Menjawab pertanyaan itu, Gibran mengatakan, pembangunan tidak boleh lagi Jawa-sentris. Komitmen itu telah diwujudkan dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Sekali lagi, yang namanya pembangunan yang masif harus memperhatikan aspek lingkungan. Sosial dan keberlanjutannya. Kita pastikan mencari titik tengah. Sekali lagi, titik tengah. Titik keseimbangan. Membangun hilirisasi industri, tetapi harus memperhatikan lingkungan hidup. Menggenjot produktivitas para petani, sektor maritim, tetapi juga harus menjaga keseimbangan alam," katanya.
Baca Juga
Gibran: Pemerataan Pembangunan Tidak Boleh Lagi Jawa Sentris
Gibran menyebut, yang terpenting, pembangunan harus berdasarkan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) dan memastikan menggandeng pengusaha-pengusaha lokal, dan UMKM lokal.
"Jadi tidak besar sendiri, tetapi ikut membesarkan yang lain. Intinya adalah anggaran ini dipakai untuk kesejahteraan rakyat. Pemerataan pembangunan itu penting. Dan sekali lagi, pembangunan yang masif harus memperhatikan sisi-sisi lingkungan hidup. Karena sekali lagi, yang namanya bencana kekeringan, banjir, kenaikan air laut, ini ancamannya sudah ada di depan mata dan ini adalah ancaman yang sangat nyata," katanya.
Merespons jawaban Gibran, Cak Imin menilai pertanyaannya tidak dijawab sama sekali. Hal ini karena undang-undang telah menyatakan, potensi bioregional Indonesia bukan terbagi karena politik dan administrasi tetapi karena ekosistem lingkungannya.
"Sekaligus juga komunitas masyarakat yang tumbuh juga menjadi pertimbangan. Sehingga Papua misalnya, jangan pernah salah dalam membangun Papua. Papua harus berbasis pemerataan dan keadilan yang sempurna. Maluku misalnya, dengan kekuatan maritimnya, Maluku menjadi bioregional untuk pengembangan ekonomi kelautan dan perikanan," katanya.
Menjawab itu, Gibran menduga Cak Imin tidak memahami pertanyaan kepadanya. Gibran menyebut ada kemungkinan Cak Imin mendapat contekan dari Tom Lembong, sapaan Thomas Lembong. Hal ini karena Gibran merasa sudah menjawab pertanyaan Cak Imin.
"Itu tadi kan sudah saya jawab, Gus. Mungkin Gus Muhaimin juga tidak paham dengan pertanyaan yang diberikan ke saya. Mungkin itu kan dapat contekan itu dari Pak Tom Lembong," katanya.
Baca Juga
Saling Sindir soal Greenflation, Gestur Tolah-toleh Gibran Dibalas Mahfud MD
Gibran mengaku heran dengan pernyataan Cak Imin yang menyebut dirinya tidak menjawab pertanyaan. Padahal, Gibran menyatakan, telah menjawab pertanyaan terkait strategi pembangunan berbasis bioregional.
"Katanya tidak menjawab pertanyaan, tetapi Gus Muhaimin malah ngomongin pemerataan pembangunan. Itu kan tadi yang saya omongin, Gus," katanya.
Dikatakan, pemerataan pembangunan dilakukan dengan tidak lagi menjadikan Jawa sebagai pusat, tetapi harus Indonesia-sentris. Pembangunan IKN, katanya, merupakan simbol transformasi pembangunan Indonesia.
"Itu kan tadi sudah saya jawab. Intinya sekali lagi, pembangunan tidak boleh lagi Jawa-sentris. Harus lebih memperhatikan masyarakat, terutama yang ada di luar Jawa, biar bisa merasakan akses konektivitas yang lebih baik lagi. Menurunkan inflasi, menurunkan generasio, meningkatkan peluang kerja, menumbuhkan titik pertumbuhan ekonomi baru," paparnya.
