Jakarta Berbenah, Penataan Trotoar buat Jakarta Lebih 'Estetik'
Revitalisasi trotoar di kawasan Jalan HR Rasuna Said dilakukan untuk menciptakan ruang publik yang aman dan berkelanjutan. Trotoar tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan pejalan kaki, seperti ubin pemandu tuna netra, tempat duduk, bollard, lampu penerangan, dan buffer tanaman.
Selain itu, trotoar ini dilengkapi fasilitas utilitas terpadu, seperti manhole dan pipa penghubung, untuk merapikan kabel-kabel udara dan mengintegrasikannya ke dalam jaringan bawah tanah.
Tak perlu menunggu rampung 100%, kini kawasan trotoar di Jl HR Rasuna Said tampak 'estetik', demikian istilah para Gen Z untuk menggambarkan kondisi yang indah dan enak dipandang mata.
Sebagai informasi, pengerjaan revitalisasi trotoar dan konstruksi saluran air dijalankan oleh PT Semen Indonesia melalui unit usahanya, PT SBI Bangun Nusantara (PT SBN) yang kembali bersinergi dengan Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta. Adapun pembiyaan revitaliasi Jalan HR Rasuna Said mencapai Rp 45 miliar. Penataan ini diharapkan dapat meningkatkan estetika kota sekaligus memperbaiki fungsi trotoar sebagai ruang publik yang ramah pejalan kaki.
Baca Juga
Ditjen Bina Marga Dapat Alokasi Anggaran Rp 32,31 Triliun, untuk Apa Saja?
Kepala Bidang Kelengkapan Jalan Dinas Bina Marga Jakarta, Hananto Krisnawardono membagi cerita tentang proyek untuk kota padat penduduk ini.
Menurut Hananto, pekerjaan ini digelar dengan mengacu pada payung hukum Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 106 tahun 2019 tentang Pedoman Penyelenggaraan Infrastruktur Jaringan Utilitas. Dalam beleid ini titetapkan bahwa semua kabel utilitas di Provinsi Jakarta wajib dipasang di bawah tanah.
“Seluruh permohonan yang diajukan oleh pemilik kabel harus dipasang ke dalam tanah,” ujarnya saat dihubungi awak investortrust.id, Jumat (10/1/2025).
Sekadar informasi saja, Pemprov Jakarta melalui Dinas Bina Marga (DBM) telah merampungkan revitalisasi trotoar senilai total Rp 99,1 miliar di tiga wilayah, yaitu di Jalan Dr. Soepomo-MT Haryono; Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan; dan Jalan Rawa Buaya, Jakarta Barat.
“Untuk yang di Jalan MT Haryono sampai dengan Dr. Supomo itu anggarannya Rp 43 miliar. Untuk yang di HR Rasuna Said itu anggarannya Rp 45 miliar. Kemudian di Duri Kosambi Rp 11,1 miliar. Itu untuk anggaran pembangunan trotoar di tiga lokasi yang dibangun oleh Dinas Bina Marga,” jelas Kepala Dinas Bina Marga Jakarta, Heru Suwono di kawasan Tugu Pancoran, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (30/12/2024) lalu.
Kemudian, Hananto mencontohkan kawasan Jl. Rasuna Said sebagai salah satu proyek penataan trotoar atau paving walk tersebut melalui beleid Gubernur Jakarta.
Baca Juga
Bus Listrik CKD Pertama dari VKTR untuk TransJakarta Resmi Beroperasi
“Penurunan kabel di Jl. Rasuna Said (sisi barat) telah dilaksanakan mengikuti program pembangunan trotoar atau pedestrian. Penurunan kabel tersebut dilaksanakan secara mandiri oleh para pemilik kabel utilitas, sehingga tidak terdapat anggaran yang dikeluarkan oleh Pemprov Jakarta,” ungkap Hananto.
Meski sisi barat Jl. Rasuna Said sudah tertata, Hananto melanjutkan, penataan di sisi timurnya masih terkendala karena tiang-tiang monorail yang menghalangi. “Ruang jalan di sisi timur belum ideal karena masih ada infrastruktur eks tiang monorail,” katanya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam melanjutkan penataan di kawasan tersebut.
Kala hujan rintik menggelitik, seorang mahasiswa, Aisyah (21), berjalan menyusuri jalan trotoar di Kawasan Rasuna Said.
Dia mengatakan, penataan ini membuat pejalan kaki menjadi lebih mudah aksesibilitasnya, khususnya ke moda transportasi umum. “Bagus, jadi mudah kalau mau naik LRT dari sini (Universitas Bakrie),” ucap Aisyah saat ditemui awak investortrust.id, Jumat (10/1/2025) malam.
Fokus Penataan di Lokasi Strategis
Masih menurut Hananto, Dinas Bina Marga Jakarta menargetkan penataan trotoar di tujuh lokasi strategis pada 2025 atau tahun Ular Kayu.
“Lokasi indikatif penataan trotoar dan kelengkapannya yang dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga bidang Kelengkapan Jalan berada di 7 lokasi, yaitu lanjutan Kawasan Blok M, Jl. Mangga Besar Raya, Jl. Prof Dr Soepomo dan sekitarnya, Simpang Fatmawati, Jl. Bendungan Jatiluhur, Jl. Farmasi, lanjutan Jl. Karet Pasar Baru Timur 3, serta Simpang Slipi,” terangnya.
Selain meningkatkan estetika perkotaan, lanjut Hananto, penataan trotoar ini diharapkan mendukung aksesibilitas menuju transportasi publik. “Kami memprioritaskan koridor atau kawasan yang terintegrasi dengan Jalur Bus Transjakarta, Stasiun KRL, Stasiun MRT, dan Stasiun LRT dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang sifatnya dinamis,” ujar Kepala Bidang Kelengkapan Jalan Dinas Bina Marga Jakarta.

