Dubes Masaki Puji Kontribusi Budi Karya Sumadi Pererat Hubungan Indonesia-Jepang
JAKARTA, investortrust.id - Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi memuji kontribusi Menteri Perhubungan (Menhub) 2016-2024, Budi Karya Sumadi dalam mempererat hubungan Indonesai dan Jepang. Pujian itu disampaikan Dubes Masaki saat menggelar jamuan makan malam di rumah dinasnya, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (19/12/2024).
Jamuan makan malam ini digelar Dubes Masaki untuk merayakan pencapaian BKS, sapaan Budi Karya Sumadi, yang mendapat penghargaan dari Kaisar Jepang Naruhito pada 6 November 2024 lalu. Saat itu, BKS mendapat penghargaan the Order of the Rising Sun, Gold and Silver Star dari Kaisar Naruhito.
Baca Juga
Honda dan Nissan Jepang Dikabarkan akan Merger, Harga Saham Melonjak
“Penghargaan yang didapat Pak BKS menunjukkan dedikasi dan kontribusi yang signifikan yang lebih mempererat hubungan kedua bangsa,” ujar Dubes Masaki dalam keterangan pers yang diterima, Jumat (20/12/2024).
Selain Dubes Masaki dan BKS, sejumlah tokoh hadir dalam jamuan makan malam ini. Beberapa di antaranya, antara lain mantan Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung, mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmad Gobel, mantan Menteri Perindustrian, Saleh Husin, dan sejumlah pejabat Kemenhub.
Dubes Masaki menilai beberapa proyek kunci yang mempresentasikan hubungan Indonesia-Jepang dapat diselesaikan dengan baik selama BKS menjabat sebagai menhub. Salah satu contoh sukses adalah pembangunan MRT atau mass rapid transit jalur utara-selatan (Bundaran HI-Lebak Bulus).
“Pak BKS meyakinkan kami bahwa pekerja lokal mampu untuk mengatur dan memelihara infrastruktur penting tersebut,” ujarnya.
Menurut Dubes Masaki, keberhasilan MRT di Jakarta itu telah turut mendorong keberanian Jepang untuk membuat proyek MRT sejenis di Vietnam. Tak hanya itu, BKS tanpa lelah mengembangkan Pelabuhan Patimban di Subang.
“Dengan menggunakan keahlian dan teknologi Jepang, pelabuhan ini telah melampaui ekspektasi, dan menjadi hub kunci untuk mengekspor kendaraan bermotor yang diproduksi di Indonesia,” ucapnya.
Dubes Masaki pun menyebut komitmen dan inovasi yang dilakukan BKS dalam pembangunan proving ground, yang kini tengah berjalan. Fasilitas yang dibangun dengan skema public-private partnership atau kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) ini meningkatkan standar pengujian kendaraan bermotor yang dibuat di Indonesia.
"Langkah ini juga memperkuat fondasi untuk ekspor serta mendukung perkembangan industri otomotif,” tuturnya.
Di luar tiga proyek penting tersebut, Dubes Masaki menyebut BKS merupakan pendukung kuat kerja sama Indonesia-Jepang. Salah satu buktinya adalah upaya keras BKS dalam menyuksesnya Transit Oriented Development (TOD) Forum di Tokyo tahun ini yang berhasil menghadirkan 50 pemimpin perusahaan Jepang untuk mengeksplorasi peluang baru dalam kerja sama dua negara.
Dalam kesempatan ini, BKS berterima kasih kepada Dubes Masaki yang berkenan menggelar jamuan makan malam. BKS menyebut acara tersebut adalah bagian dari upaya mempererat hubungan Indonesia dan Jepang yang telah berjalan dengan baik dan akrab selama lebih dari 60 tahun.
“Kami mengapresiasi upaya-upaya Pemerintah Jepang membantu Indonesia dalam membangun infrastruktur, termasuk di bidang transportasi,” katanya.
Baca Juga
BKS lalu menceritakan kembali pengalamannya tatkala menerima penghargaan dan ucapan langsung dari Kaisar Naruhito.
“Saya tidak tahu mengapa hanya saja yang disalami dan sambil diajak mengobrol. Mungkin ada tiga menit. Ini suatu yang luar biasa bagi saya,” ucapnya.
BKS kemudian menyebut, bahwa penghargaan yang diterimanya, bukanlah pencapaian pribadi. Penghargaan dari Kaisar Naruhito merupakan pencapaian dari seluruh masyarakat dan pemerintah Indonesia, khususnya di Kementerian Perhubungan.
“Penghargaan ini sebenarnya adalah untuk Indonesia,” ungkapnya.

