KPU Yakin Gesekan di Pemilu 2024 Tidak Akan Keras, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) meyakini gesekan yang terjadi di Pemilu 2024 tidak akan keras. Hal ini mengingat setelah penetapan hasil Pemilu 2024, parpol akan menentukan sikap menghadapi Pilkada 2024 yang digelar pada September 2024.
"Kami meyakini gesekan-gesekan tidak akan terjadi secara keras karena nanti begitu tanggal 20 Maret 2023, paprol masing-masing akan memeriksa apakah memperoleh suara atau batas kursi minimal untuk pencalonan kepala daerah. Bila tidak maka kemudian harus mencari partner mencari kawan untuk berkoalisi atau mendapatkan gabungan dalam pencalonan kepala daerah," kata Ketua KPU, Hasyim Asy'ari dalam sambutan deklarasi kampanye pemilu damai di kantor KPU, Jakarta, Senin (27/11/2023).
Baca Juga
3 Capres-cawapres Hadiri Deklarasi Pemilu Damai di Kantor KPU
Untuk itu, parpol tidak akan bergesekan terlalu keras karena bisa jadi lawan politik akan menjadi kawan politik di Pilkada 2024. Hasyim mengatakan, akan sulit bagi parpol mencari teman koalisi jika saat ini terjadi gesekan keras.
"Kalau dalam Pemilu 2024 tempatnya untuk pemilu legislatif gesekan kompetisinya keras pasti akan sulit mencari kawan untuk pencalonan kepala daerah," katanya.
Dengan demikian, Hasyim mengatakan, Pemilu 2024 yang juga berbarengan atau serentak di tahun yang sama dengan Pilkada 2024 bisa menjadi modal bagi partai politik untuk bersaing berkompetisi secara sehat.
"Karena pada dasarnya nanti yang sekarang ini di 14 Februari 2024 jadi lawan politik bisa jadi nanti kawan berpolitik dalam pilkada," ungkapnya.
Baca Juga
500 Personel Gabungan Amankan Deklarasi Kampanye Pemilu Damai di KPU
Hasyim juga meyakini gesekan antarcapres dan cawapres tidak akan keras. Hal ini mengingat tiga pasangan capres-cawapres yang bertarung di Pilpres 2024 merupakam sahabat dan berteman. Bahkan, beberapa di antaranya bergabung atau sempat bergabung dengan kabinet yang sama.
"Sehingga sama-sama punya dan tahu persis program-program dalam satu periode, sama-sama pernah punya pengalaman sebagai kepala daerah yang pada intinya beliau semua ini adalah aktif di pemerintahan. Dengan demikian sindir menyindir juga saya kira pasti akan sedikit berkurang karena sama-sama tahu titik lemah dan titik kuat masing-masing," katanya.
Apalagi, kata Hasyim setiap capres dan cawapres pada dasarnya memiliki niat yang sama, yakni menjaga kedamaian dan membangun Indonesia.

